Uni Eropa Tuduh Pejuang Palestina Gunakan Rumah Sakit dan Warga Sipil Sebagai “Tameng Manusia“, Hamas: Memalukan dan Tak Manusiawi!

photo author
Miftah Hadi Sopyan, View Jabar
- Selasa, 14 November 2023 | 09:06 WIB
Beberapa Warga Menggotong Korban dari Reruntuhan Bangunan Akibat Serangan Militer Israel (Antaranews.com)
Beberapa Warga Menggotong Korban dari Reruntuhan Bangunan Akibat Serangan Militer Israel (Antaranews.com)

VIEWJABAR - Belum lama ini, Josep Borrell selaku Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) mengatakan bahwa kelompok pejuang Palestina menggunakan rumah sakit dan warga sipil sebagai “Tameng Manusia“.

Pernyataan tersebut dikecam oleh pihak Hamas dan menyebut tuduhan yang dilontarkan Borrell memalukan dan tidak manusiawi.

“Tuduhan Borrell adalah pemutarbalikan fakta dan kedok Eropa agar penjajah (Israel) melakukan lebih banyak kejahatan terhadap anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya,“ ucap Hamas.

Baca Juga: Indonesia Kontra Filipina, Marc Klok Antusias Hadapi Daisuke Sato Sebagai Lawan

Sebelumnya, Minggu (12/11), Josep Borrell mengutuk penggunaan rumah sakit dan warga sipil sebagai “Tameng Manusia“ oleh Hamas.

“Warga sipil harus diizinkan meninggalkan zona pertempuran. Permusuhan sangat berdampak pada rumah sakit dan menimbulkan korban jiwa yang sangat besar terhadap warga sipil,“ cuit Borrell pada platform sosial X.

Pernyataan ini sontak membuat Hamas geram karena dinilai tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang di Bogor Menyebabkan Banjir Tanah Longsor Pohon Tumbang dan Rumah Warga Hancur, Bima Arya : Tetap Waspada dan Siaga !

“Peryataan berbahaya ini mengabaikan semua foto, kesaksian, fakta, dan laporan internasional yang mengkonfirmasi bahwa tentara pendudukan telah membunuh lebih dari 11.000 korban yang sebagai besar adalah perempuan dan anak-anak,“ ucap Hamas.

Meskipun demikian, diplomat tingkat tinggi Eropa itu juga menyatakan keprihatinannya atas situasi yang terjadi di wilayah Gaza dan menyerukan beberapa kalo jeda kemanusiaan sebagai respon atas buruknya situasi yang terjadi.

“Kami meminta Israel untuk menunjukkan pengendalian diri maksimal demi menyelamatkan nyawa warga sipil,“ ucap Borrell.

Baca Juga: Tahukah Manfaat Mengurangi Konsumsi Garam, Dipercaya Menurunkan Tekanan Darah, Ini Faktanya

Sebelumnya, Uni Eropa (EU) dikritik karena tidak mendukung dan menyerukan gencatan senjata meskipun situasi di wilayah kantong yang terkepung tersebut saat ini sangat mengerikan.

Hingga hari ke-38, Otoritas Palestina menyebutkan sudah lebih dari 11.180 warga Palestina yang terbunuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Miftah Hadi Sopyan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X