Rumah Petani Nelayan Nusantara Mendorong Petani Muda Milenial Unggul Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Ini Kata Abdurrokhim Sekjen RPNN

photo author
Asof, View Jabar
- Senin, 13 November 2023 | 14:21 WIB
Sekjen DPP Rumah Petani Nelayan Nusantara, Abdurrokhim saat bersama petani timun Jepang (foto atas) di Bandung dan petani  padi (foto bawah) di Sragen Jawa Tengah beberapa waktu lalu (foto: dok. RPNN/Abdurrokhim//)
Sekjen DPP Rumah Petani Nelayan Nusantara, Abdurrokhim saat bersama petani timun Jepang (foto atas) di Bandung dan petani padi (foto bawah) di Sragen Jawa Tengah beberapa waktu lalu (foto: dok. RPNN/Abdurrokhim//)

VIEWJABAR - Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN) merupakan wadah para petani untuk pengembangan usaha pertanian di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga saat ini, petani yang sudah bergabung dengan Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN) berjumlah ribuan  orang yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia..

Kemudian para petani yang sudah bergabung dengan RPNN bisa disebut sukses, karena produksi pertanian mereka rata - rata mengalami kenaikan dibanding sebelum bergabung dengan RPNN.

Baca Juga: Petani Muda Energi Baru Pertanian Indonesia, 8 Pemikat agar Pemuda Tertarik Pada Pertanian, Abdrrokhim : Urusan pangan tidak akan pernah berhenti !

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Rumah Petani Nelayan Nusantara (RPNN), Abdurrokhim, mengatakan bahwa para petani yang sudah bergabung dengan RPNN, selain mendapat penyuluhan juga mendapat advokasi bantuan Alsintan, pupuk dan lain lain.  

Diketahui bantuan - bantuan untuk para petani, yang di advokasi oleh RPNN, bantuan berasal dari Pemerintah pusat dan daerah, dan lembaga - lembaga carity.

"Bantuan Alsintan dan pupuk dari Pemerintah dan lembaga Carity," kata Abdurrokhim saat dihubungi ViewJabar.com via WhatsApp Senin, 13 November 2023.

Baca Juga: Keterbatasan Pasokan Listrik dan Alat Medis yang Memadai, RS di Gaza Semakin Menderita

Petani Milenial Asal Bandung

Petani muda asal Bandung, Fajar (28) bergabung menjadi anggota RPNN sejak beberapa tahun ke belakang, dia mengembangkan usaha pertaniannya dengan menanam Kyuri atau timun Jepang kualitas eksport.

Dengan area lahan pertanian green house seluas 1  hektar, hasil produksi timun jepang mencapai 40 - 50 ton sekali masa panen. Dan masa tanam dalam 1 tahun bisa dilakukan 4 - 5 masa tanam. 

pemasaran hasil produksi timun jepang di jual ke pasar khusus Hotel, restoran, catering (Horeca) di kota Bandung, selain itu ada pula yang dipasarkan ke pasar bebas, yakni pasar - pasar sekitar Bandung, lembang dan sekitarnya.

Baca Juga: Tak Lagi Masuk Sepuluh Besar, DKI Jakarta Masih Menduduki Kota dengan Kualitas Udara Tak Sehat

Petani Milenial Asal Sragen 

Petani lainnya yang sukses dibawah naungan RPNN adalah Mustaqim (36) petani padi asal desa Sidomulyo, Masaran, Sragen Jawa Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X