Keterbatasan Pasokan Listrik dan Alat Medis yang Memadai, RS di Gaza Semakin Menderita

photo author
Miftah Hadi Sopyan, View Jabar
- Senin, 13 November 2023 | 08:54 WIB
Bayi-Bayi Baru Lahir Ditempatkan di Ranjang Biasa Setelah Militer Israel Menghancurkan Ruang Inkubator di RS Al-Shifa (Antaranews.com)
Bayi-Bayi Baru Lahir Ditempatkan di Ranjang Biasa Setelah Militer Israel Menghancurkan Ruang Inkubator di RS Al-Shifa (Antaranews.com)

VIEWJABAR - Dampak agresi Israel ke wilayah Gaza, Palestina membuat rumah sakit yang ada di wilayah tersebut semakin menderita.

Terbaru, tiga bayi yang baru lahir secara prematur meninggal dunia akibat tidak adanya pasokan listrik.

RS Al Shifa dan rumah sakit lainnya yang ada di wilayah Gaza utara hampir tidak mampu lagi merawat pasien karena wilayah tersebut digempur habis-habisan oleh militer Israel.

Baca Juga: Tak Lagi Masuk Sepuluh Besar, DKI Jakarta Masih Menduduki Kota dengan Kualitas Udara Tak Sehat

Jumlah korban tewas setiap harinya akibat serangan Israel kian bertambah, namun tempat untuk merawat mereka semakin sedikit.

Ashraf Al-Qidra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza menjelaskan serangan Israel "meneror petugas medis dan warga sipil".

Seorang ahli bedah plastik di Al Shifa menyebut akibat pengeboman yang menyasar ruang inkubator, bayi-bayi prematur terpaksa dirawat di ranjang biasa dengan sedikit daya yang tersedia untuk mengubah AC menjadi pemanas.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Bojan Hodak: Indonesia Punya Potensi Raih Hasil Maksimal

"Kami tahu ini sangat beresiko," ucap dr Ahmed El Mokhallalati.

Bulan lalu, Palang Merah Palestina menyebut staf medis di RS terbesar kedua di Gaza Utara, Al-Quds, kesulitan merawat pasien karena keterbatasan obat-obatan, makanan, dan pasokan air.

"Rumah sakit Al Quds terisolasi dari dunia dalam 6-7 hari terakhir. Tak ada jalan masuk, tak ada jalan keluar," tutur Juru Bicara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Tommaso Della Longa.

Baca Juga: Progres Proyek Pembangunan Jembatan Otista Bogor Mencapai 87 Persen, Bima Arya: 25 Hari Lagi Jembatan Ini Bisa Dilalui Warga Bogor !

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku telah kehilangan kontak dengan RS Al-Shifa dan menghawatirkan orang-orang yang terjebak disana.

"WHO juga menyerukan evakuasi medis yang berkelanjutan, tertib, dan aman bagi pasien yang terluka parah dan sakit. Semua Sandera harus menerima perawatan medis yang sesuai dan dibebaskan tanpa syarat," tutur Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Miftah Hadi Sopyan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X