Wujudkan Gencata Senjata di Palestina, Indonesia Minta Amerika Serikat Berbuat Lebih Banyak

photo author
Miftah Hadi Sopyan, View Jabar
- Rabu, 15 November 2023 | 15:05 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) Disambut Presiden Amerika Serikat (kanan) dalam Kunjungannya ke Amerika Serikat, 13/11/2023 (Antaranews.com)
Presiden Joko Widodo (kiri) Disambut Presiden Amerika Serikat (kanan) dalam Kunjungannya ke Amerika Serikat, 13/11/2023 (Antaranews.com)

VIEWJABAR - Presiden Joko Widodo mengunjungi Amerika Serikat dalam rangka menghadiri pertemuan tingkat tinggi negara-neagara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di San Fransisco, 15 - 17 November 2023.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko widodo juga meminta Presiden Amerika Serikat, Joe Biden untuk menghentikan kekejaman yang sedang berlangsung di Gaza.

"Indonesia meminta AS untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekejaman di Gaza. Gencatan senjata adalah suatu keharusan demi kemanusiaan," ucap Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Maraknya Boikot Produk yang Mendukung Israel, Coca-Cola Buka Suara

Gedung putih juga menyatakan, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan pesan persatuan yang dikeluarkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam KTT OKI di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu pekan lalu.

Sebelumnya, negara-negara yang tergabung dalam OKI sepakat menolak pernyataan Israel bahwa serangan balasan di Gaza sebagai tindakan membela diri.

OKI juga secara tegas menolak setiap prakasa perdamaian Palestina - Israel yang memisahkan Gaza dari Tepi Barat. Palestina harus terdiri dari Jalur Gaza dan Tepi Barat, dengan Ibu Kota Yerusalem Timur.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Melakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Cileungsi Bogor, Hingga Sore Kemarin Korban Belum Ditemukan !

OKI juga menegaskan pernyataan pendudukan Israel di wilayah-wilayah Arab dan Palestina sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan serta keamanan dan perdamaian Internasional.

Namun, Washington menolak seruan para pemimpin Arab dan negara-negara lain agar AS mendesak Israel menghentikan serangan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat menegaskan visinya untuk negara Palestina di masa depan "di mana Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan dengan stabilitas dan martabat yang setara" jelas Gedung Putih, seraya menyebut Hamas sejak lama menjadi penghalang terwujudnya hal itu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Miftah Hadi Sopyan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X