Jumlah tersebut katanya, mengalami kenaikan sampai 6,2 kali lipat jika dibandingkan sepekan sebelumnya.
Sedangkan pasien demam yang dirawat di klinik kesehatan pada Minggu 11 Desember 2022 jumlahnya mencapai 22.000 orang.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sampai 16 kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah pasien sepekan sebelumnya.
Selain itu, panggilan ke nomor darurat kesehatan juga mengalami peningkatan dalam beberapa terakhir ini.
Baca Juga: Ada Yang Memanfaatkan Nama Wakil Bupati Tasikmalaya Untuk Pemerasan, Cecep Nurul Yakin Jelaskan Ini
Bahkan puncaknya kata Li Ang terjadi pada Jumat 9 Desember 2021 dengan jumlah panggilan sebanyak 31.000 panggilan.
Jumlah panggilan tersebut mengalami peningkatan sebanyak 6 kali lipat jika dibandingkan dengan hari biasa.
Hanya saja kata Li Ang, jumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit umum atau rumah sakit sementara karena COVID-19 lebih sedikit.
Baca Juga: Gula Darah Naik, Segera Turunkan Dengan Cara Sederhana Ini, dr Zaidul Akbar Memberikan Resepnya
Dijelaskan Li Ang, tingkat okupansi di rumah sakit rujukan COVID-19 pada Kamis 8 Desember 2022 turun dari 66,7 persen menjadi 59 persen.
Untuk menangani lonjakan pasien flu, pihak kesehatan Beijing menambah jumlah layanan klinik menjadi 303 unit dari sebelumnya 94 unit.
Selain itu, jumlah personil kegawatdaruratan juga ditambah termasuk menjamin ketersediaan obat obatan untuk mengatasi kelangkaan obat.
Kebutuhan akan obat flu di Beijing China terus meningkat, sehingga pihak pemerintah kota Beijing mengingatkan warga agar membeli sesuai kebutuhan.