Pada konferensi Asia - Afrika di Bandung pada tahun 1955, Soekarno turut mengatur kemerdekaan Tunisia pada tahun 1956.
Baca Juga: Kasus Penyiksaan ART Siti Khotimah di Simprug, Ternyata Hanya Gegara Celana Dalam
Kata Zuhairi Misrawi, jalan Soekarno di Kota Tunis, Tunisia akan menjadi simbol penting untuk hubungan Indonesia dan Tunisia.
"Karena hakikatnya hubungan tersebut sangat kokoh dan bersejarah," kata Zuhairi Misrawi lagi.
Menurut Zuhairi Misrawi, Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno pernah mendapatkan penghargaan tertinggi dari presiden Tunisia, Habib Bourgaiba.
Baca Juga: Ajarkan Menjaga Kelestarian Lingkungan Terutama Air Bersih Sejak Dini Pada Anak Anak, Ini Alasannya
Hal itu diberikan pada saat Ir Soekarno berkunjung ke Tunisia di tahun 1960. Saat itu Soekarno mendapat penghargaan Al Mujahidun.
Al Mujahidun memiliki arti sang pejuang, karena Presiden Soekarno berjuang untuk kemerdekaan Tunisia.
Bahkan pada saat itu, Ir Soekarno disambut ratusan ribu warga Tunisia dan dielu-elukan layaknya seorang pejuang.
"Saat saya berjumpa warga Tunisia, saya kerap mendengarkan langsung sambutan luar biasa terhadap Bung Karno," kata Zuhairi Misrawi.
Nama Soekarno kata Zuhairi Misrawi hingga saat ini masih dikenal warga Tunisia dari mulai kota hingga ke desa desa.
Untuk itu, usulan nama jalan Soekarno di jantung kota Tunis, Tunisia akan menjadi kado indah untuk Indonesia.
Baca Juga: Doa Masuk Rumah, Baca Agar Mendapat Kemudahan Dari Allah, Kata Gus Baha Jauh Dari Fakir dan Miskin
Selain mengusulkan nama jalan Soekarno, pihak KBRI juga mengusulkan agar ada tanam Soekarno suatu saat nanti di Tunisia.