VIEWJABAR.COM - PJ Bupati Garut Barnas Adjidin tegas meminta Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) untuk memantau hewan kurban yang masuk ke kawasan Garut.
Hal itu perlu dilakukan agar hewan kurban yang masuk ke Kabupaten Garut terjaga keamanan dan kesehatannya.
"Mulai hari ini dan seterusnya pantau pergerakan hewan yang diperjualbelikan," kata Barnas dalam apel gabungan di Lapang Sekretariat Daerah Garut, Senin 10 Juni 2024.
Menurut Barnas, hewan kurban yang datang ke Garut itu harus dipastikan kesehatannya agar tidak menyebabkan masalah di kemudian hari.
"Semua harus dilakukan betul-betul dengan berorientasi kepada kebutuhan dan masyarakat," kata dia.
Masih terkait kurban yang biasa dilakukan pada perayaan Iduladha yang tahun ini jatuh pada Senin 17 Juni 2024, Barnas berharap pelaksanaannya di Garut berjalan dengan lancar.
Baca Juga: BOSAN dengan Olahan Daging Kurban yang Itu-itu Saja? Coba Resep Ini! Save Buat Persiapan Idul Adha!
Barnas mengharapkan, proses penyembelihan hewan kurban hingga pembagian daging kurban dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Semuanya harus dalam pantauan dan pengendalian Diskanak.
"Saya minta semua pegawai ini untuk memantau, dan nanti Pak Sekda untuk mengatur alurnya bagaimana agar masyarakat tidak berebut (daging) hewan kurban," kata dia.
Baca Juga: Aplikasi SIPANTES Membuat Informasi Aparatur Sumedang Transparan, Mudah dan Cepat
9.900 ekor
Sementara itu, dalam penjelasannya Kepala Diskannak Garut Beni Yoga Gunasantika, mengatakan bahwa jumlah hewan kurban untuk tahun ini, ada peningkatan dari tahun sebelumnya.
Peningkatakan jumlah ketersediaanhewan kurban tersebut, kata dia, sekira 700 ekor dari tahun sebelumnya.