VIEWJABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Provinsi Banten jalin kerjasama dengan Indonesia Power PLTU 2 Labuan melakukan uji bakar Co-Firing Bahan Bakar Jumputan Padat (BPJP).
Hasil uji bakar Co-Firing BPJP tersebut dinyatakan sesuai bahkan melawati Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Alhamdulillah uji coba perdana pembakaran BBJP, hasilnya sesuai harapan dan sukses, kami yakin ini tanda-tanda akan ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pandeglang," kata Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat uji bakar Co-Firing BPJP di PLTU 2 Labuan, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pemakaman Khusus Etnis Tionghoa di Jonggol Bogor Disegel Satpol PP Diduga Tidak Memiliki Izin !
Pihaknya berharap, meskipun saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pandeglang Berkah Maju (PBM) yang ditunjuk mengelola BBJP baru bisa memasok 52,6 ton, kedepan pihaknya yakin dapat mengejar target 200 ton/hari terpenuhi.
"Saat ini kita baru punya dua mesin pencacah, karena ini potensi mendongkrak PAD, kita akan mengupayakan menambah mesin pencacah bisa 2 atau 3 lagi untuk memenuhi kebutuhan pembakaran co-firing BBJP sebagai bahan bakar PLTU," ujarnya.
Sementara Senior Manager PLTU 2 Labuan, Wisnu Kurniawan mengungkapkan, bahwa uji bakar co-firing BBJP hasil pembuatan BUMD Kabupaten Pandeglang dinilai bagus. Sebab kata dia, kalori yang dihasilkan melebihi dari Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Pemerintah punya SNI, SOP-nya diangka 3.000 kalori, uji bakar co-firing BBJP tadi mencapai 3.800 kalori, ini bagus menurut kami," ujarnya.
Menurut Wisnu tidak hanya kalori, saat uji coba tidak ada permasalahan yang terjadi, saat proses pembakaran, bahkan kata dia tegangan yang dihasilkan dari pembakaran mencapai 380 mega watt hingga 390 mega watt.
"Pada saat proses pembakaran tidak ada gaguan dan parameternya bagus. Kita nanti akan kalkulasikan lagi berbapa persen sih campuran BBJP yang idealnya," katanya.