VIEWJABAR - Densus 88 Antiteror Polri menangkap Bapak dan anak terduga teroris di Klapanunggal, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Bapak dan anak terduga teroris ditangkap Sensus 88 Antiteror Polri, merupakan pengusaha air isi ulang di Kecamatan Klapanunggal, lokasinya berdekatan dengan kantor KUA dan Kantor Polsek Klapa Nunggal.
Pengusaha air isi ulang berinisial S terduga teroris ditangkap tim Densus 88 antiteror Polri di kediamannya di Jalan Raya Narogong, Kampung Kembang Kuning, RT 19 RW 06 Nomor 22, Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Jumat pagi kemarin.
Baca Juga: Bandara Kertajati Dioperasikan Secara Penuh, Begini Kata Arman Maulana Vokalis Band GIGI
Menurut keterangan salah satu warga yang mengetahui penangkapan tersebut, ada tiga orang yang sudah ditangkap tim Densus 88, diantaranya (S) bapaknya, dan kedua anaknya berinisial I dan FS.
"Mereka ditangkap saat hendak memancing," kata warga yang enggan disebut namanya.
"Iya tiga, Bapak dan dua anaknya, Ismail dan Farhan, waga mengira narkoba karena ramai polisi," ujar warga menambahkan.
Ketika ditanya wartawan, nggak takut? lalu warga sekaligus tetangga terduga teroris itu mengaku tidak takut.
"kita enggak takut, kan biasanya enggak mungkin meledakkan disini, biasanya gereja, diskotik, pemerintahan gitu istilahnya," ucapnya.
Warga sekitar kaget Bapak dan dua anaknya terduga teroris, pasalnya dalam kehidupan kesehariannya tidak ada tanda - tanda bahwa terlibat jaringan tororis, karena mereka sosialisasi dimasyarakatnya juga baik.
Baca Juga: Menhub Resmikan Pengoperasian Bandara Kertajati, Budi Karya : Minta Semua Stakeholder Mendukungnya !
"Semua juga tidak menduga, tiap hari mereka berjualan air isi ulang, dan melayani warga yang membeli air," tandasnya.
Dikteahui, sebanyak 27 terduga teroris diciduk tim Densus 88 Antiteror Polri pada hari yang sama dari tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan provinsi Sulawesi Tengah. Dan ke 27 orang tersebut merupakan kelompok Anshor Daulah.***