nasional

Polisi Ungkap Kendala Usut Kematian Sutrimo Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, TKP Sudah Rusak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:37 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus kematian penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang diduga ada kejanggalan. (Instagram.com/@undercover.id)

JAKARTA, ViewJabar.com - Penyelidikan kasus kematian Sutrimo, pria yang belakangan dikaitkan sebagai kepala rumah tangga (Karumga) atau penjaga rumah milik eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, masih terus berlangsung.

Namun, polisi mengaku menghadapi kendala dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah beredar berbagai informasi di media sosial yang mempertanyakan sejumlah kejanggalan terkait meninggalnya Sutrimo.

Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim, Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

Meski demikian, kepolisian menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum mengambil kesimpulan atas berbagai informasi yang beredar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, kendala utama yang dihadapi penyidik adalah kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah tidak lagi steril saat proses pendalaman dilakukan.

Menurutnya, aktivitas warga yang keluar masuk lokasi sejak beberapa hari setelah kejadian membuat kondisi awal TKP berubah sehingga menyulitkan proses olah tempat kejadian.

"TKP sudah berapa hari ini rusak, itu jadi kendalanya. Orang sudah berlalu lalang di situ sejak hari Kamis," ujar Iskandarsyah, Senin (27/7/2026).

Meski demikian, polisi tetap melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai petunjuk lain.

Penyidik kini menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), memeriksa keterangan para saksi, serta meminta data medis korban dari pihak rumah sakit guna melengkapi rangkaian penyelidikan.

Iskandarsyah juga menegaskan bahwa identitas maupun status korban sebagaimana informasi yang ramai diperbincangkan di masyarakat masih dalam tahap verifikasi dan belum dapat dipastikan.

Sutrimo diketahui dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar, korban sempat mengeluhkan sakit sebelum akhirnya pingsan dan mengeluarkan busa dari mulut saat berada di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Korban kemudian dilarikan menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Di sisi lain, muncul pula informasi yang menyebut korban diduga telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Namun hingga kini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai kronologi maupun penyebab pasti kematian Sutrimo.

Halaman:

Tags

Terkini