"Bunga Rawa sering juga disebut bunga abadi tapi berbeda dengan Edelweis yang habitatnya di dekat kawah atau puncak gunung," kata Joko Kusmoro lagi.
Baca Juga: Indonesia Siap Menjadi Lumbung Pangan Dunia
Joko Kusmoro menyebutkan di tempat lain seperti Gunung Dieng, daerah Aceh dan Sumatra Barat juga ada tumbuhan yang serupa dengan bunga rawa tersebut.
Hanya saja jenisnya berbeda dengan bunga rawa yang tumbuh di kawasan wisata Rancaupas Kabupaten Bandung. Nama bunga rawa di tempat lain memiliki nama Latin Ericaulon Sp.
Bunga rawa yang tumbuh di kawasan wisata Rancaupas kata Joko Kusmoro bisa rusak bukan hanya dengan kesengajaan manusia saja, tetapi dengan keberadaan manusia di sekitarnya juga bisa rusak.
Baca Juga: Gerhana Matahari yang Akan Terjadi pada 20 April nanti Dapat di Amati Dari Indonesia
Bunga rawa tersebut sebetulnya ketika kena bau keringat juga lama kelamaan tidak bisa beradaptasi dan akhirnya bisa hilang.
Dengan demikian pihaknya meminta kepada pihak pihak yang berwenang agar melindungi keberadaan bunga rawa sangat langka yang ada di Rancaupas tersebut.
Bunga rawa sangat langka tersebut kata Joko Kusmoro harus dilindungi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan juga sangat penting untuk ranah akademik.
Baca Juga: Sambut Romadon, Polres Gelar Pasar Murah, Beras 47.000 per 5 Kilo
"Kalau sudah hilang kaya gitu mungkin tidak ditemukan lagi," kata Joko Kusmoro.
Sementara itu pihak masyarakat peduli lingkungan di kawasan wisata Rancaupas sudah melakukan penanaman kembali bunga rawa yang rusak di kawasan Rancaupas.
Lokasi bunga rawa sangat langka yang awalnya rusak parah akibat kegiatan adventure kini sudah ditanami kembali dengan tanaman bunga rawa yang baru.
Diharapkan bunga langka yang sangat langka di kawasan wisata Rancaupas tersebut akan tumbuh subur kembali dan semakin banyak yang peduli dengan bunga sangat langka tersebut.***