nasional

Pendiri Syamsul Ulum Sukabumi Dianugerahi Pahlawan Nasional, Mas Eko : Banyak Karyanya, Apa Saja ?

Sabtu, 5 November 2022 | 15:10 WIB
Ilustrasi Pahlawan Nasional Asal Sukabumi, KH. Ahmad Sanusi (eko ariefiyanto/viewjabar)

Baca Juga: Gerhana Bulan Total 8 November 2022, Cek, Jam Berapa Masyarakat Jawa Barat Bisa Menyaksikannya?

"Pak Kiai belajar di Mekkah selama tujuh tahun, disana KH Ahmad Sanusi berguru ke ulama-ulama terkenal, khususnya dari kalangan al-Jawi atau Melayu dan mendapat gelar Imam Besar Masjidil Haram," papar Mas Eko.

Selama beralajar di Mekkah, pemikiran KH Ahmad Sanusi banyak dipengaruhi oleh Syeikh Muhammad 'Abduh, Syeikh Muhammad Rasyid Ridla, dan Jamaluddin al-Afghani, namun pemikiran Syeikh Muhammad Rasyid Ridla, salah satu ulama pembaharu asal Mesir yang paling mempengaruhi KH Ahmad Sanusi.

"KH Ahmad Sanusi banyak membaca buku dan majalah aliran pembaharuan di Mesir, saat kembali ke Indonesia, KH Ahmad Sanusi menjadi salah satu ulama pembaharu, namun tidak meninggalkan mahzab Syafi'i sebagaimana dilakukan kedua gurunya, Syeikh Ahmad Khatib dan Syeikh Mukhtar at-Tarid," uirainya.

Baca Juga: Di Supermarket Ini Khusus Atlet dan Official Porprov Jabar 2022, Peroleh Diskon

Bahkan dalam bidang ilmu fikih yang juga merupakan keahliannya, KH Ahmad Sanusi terkenal sangat kritis dalam menentukan hukum Islam, hingga akhirnya kembali ke Sukabumi pada 1915.

"Di Sukabumi, Pak Kiai membantu ayahnya mengajar di Pesantren Cantayan, setelah tiga tahun membantu ayahnya, kemudian mulai merintis pembangunan Pondok Pesantren Babakan Sirna Genteng di Kampung Genteng," menurut cerita dari berbagai sumber.

Pemikiran KH Ahmad Sanusi berpendapat terdapat empat kategori hukum Alquran, pertama, berkaitan dengan keimanan dan kebebasan beragama dalam memilih dan menjalankan ketentuan-ketentuan agama.

Baca Juga: 6 Ciri Orang yang Dikejar-kejar Rezeki, Andakah Salah Satunya?

"Kedua, berkaitan dengan rumah tangga dan pergaulannya seperti pernikahan dan perceraian, keturunan dan kewarisan, dan ketiga, berkaitan dengan prinsip kerja sama antar sesama umat manusia, seperti jual-beli, sewa-menyewa, gadai dan lain-lain," urainya.

Terakhir berkaitan dengan pemeliharaan kehidupan, berupa peraturan pidana dan perdata untuk menghukum di antara sesama manusia yang melakukan kesalahan, dan sebagai ulama ahli tafsir dan fikih, KH Ahmad Sanusi telah melahirkan sejumlah karya diantaranya :

Bidang fikih, Tahdzir al-‘Awam fi Mufiariyat Cahaya Islam, Al-Mufhamat fi Daf’I al-Khayalat, At-Tanbih al-Mahir fi al-Mukhalith, Tarjamah Fiqh al-Akbar as-Syafi’i, Al-Jauhar al-Mardliyah fi Mukhtar al-Furu as-Syafi’iyah, Nurul Yaqin fi Mahwi Madzhab al-Li’ayn wa al-Mutanabbi’in wa al-Mubtadi’in, dan Tasyfif al-Auham fi ar-Radd’an at-Thaqham.

Baca Juga: Sambil Menangis, Dedi Mulyadi Ceritakan Istri Pertamanya yang Meninggal Dunia Akibat Kanker Rahim

Bidang Tasawuf antara lain, Mathla’ul al-Anwar fi Fadhilah al-Istighfar, Al-Tamsyiyah al-Islam fi Manaqib al-Aimmah, Fakh al-Albab fi Manaqib Quthub al-Aqthab, Siraj al-Adzkiya fi Tarjamah al-Azkiya, Al-Audiyah as-Syafi’iyah fi Bayan Shalat al-Hajah wa al-Istikharah Siraj al-Afkar, Dalil as-Sairin, dan Jauhar al-Bahiyah fi Adab al-Mar’ah al-Mutazawwiyah.

Bidang Kalam antara lain, Miftah al-Jannah fi Bayan ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah, Tauhid al-Muslimin wa ‘Aqaid al-Mu’minin, Alu’lu an-Nadhid, Al-Mufid fi Bayan ‘ilm al-Tauhid, Siraj al-Wahaj fi al-Isra wa al-Mi’raj, Al-‘Uhud wa al-Hudud, Bahr al-Midad fi Tarjamah Ayyuha al-Walad, Haliyat al-‘Aql wa al-Fikr fi Bayan Muqtadiyat as-Syirk wa al-Fikr, Thariq as-Sa’adah fi al-Farq al-Islamiyah, Maj’ma al-Fawaid fi Qawaid al-‘Aqaid, dan Tanwir ad-Dzalam fi Farq al-Islam.

Halaman:

Tags

Terkini

Catat Ini Waktu Puasa 2024 Kapan, Simak di Sini

Sabtu, 2 Maret 2024 | 05:53 WIB

Ketahuilah Tugas dan Peran Anggota KPPS, Simak di Sini

Selasa, 30 Januari 2024 | 11:47 WIB