VIEWJABAR - Aksi teror bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung menuai banyak kecaman dari berbagai lapisan masyarakat.
Ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mengutuk keras tindakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung yang melukai banyak orang.
Aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung menyebabkan 11 orang menjadi korban baik luka dan meninggal dunia.
Baca Juga: Nama Desa Maroko di Garut kini Viral di Medsos Berkat Piala Dunia 2022
Dua orang dikabarkan meninggal dunia satu anggota polisi dan satu lagi masyarakat biasa. Selebihnya mengalami luka luka.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten KH Hasan Basri berharap jaringan pelaku bom bunuh diri bisa segera terungkap.
"Kami berharap kepolisian bisa secepatnya mengungkap dan menangkap jaringan pelaku bom bunuh diri itu," kata KH Hasan Basri dilansir ViewJabar dari Antara Rabu 7 Desember 2022.
Dijelaskan KH Hasan Basri, pelaku bom bunuh diri menurut ajaran Islam sangat tercela dan diharamkan menurut kaidah fikih.
Karena dalam agama islam tidak diperbolehkan mencelakai diri sendiri dan mencelakakan orang lain.
Baca Juga: Menkopolhukam Jenguk Korban Teror Astana Anyar Bandung, Ini Penjelasan Mahfud MD, Tegas
Dijelaskan KH Hasan Basri ajaran Islam sangat melarang melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai mencelakai orang lain.
Pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung kata KH Hasan Basri sengaja menebar teror agar masyarakat tidak merasa aman dan nyaman.
Kata KH Hasan Basri ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar sebagai bukti adanya kelompok tertentu yang ingin memecah belah bangsa.