Beberapa kejadian peningkatan aktivitas kawah Ijen seringkali diikuti oleh kejadian outburst gas atau semburan gas dari danau Kawah Ijen, gas yang menyembur tersebut terutama adalah karbon dioksida.
Gas itu mempunyai berat jenis yang lebih berat dari udara, sehingga karbon dioksida yang keluar akibat letusan atau semburan tersebut cenderung akan mengalir menyusuri lembah seperti kejadian letusan atau semburan gas di Kawah Ijen pada Maret 2018.
Hendra Gunawan juga menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Ijen bisa dievaluasi kembali bila terjadi perubahan aktivitas baik secara visual dan instrumental yang signifikan.***