Beberapa kejadian peningkatan aktivitas kawah Ijen seringkali diikuti oleh kejadian outburst gas atau semburan gas dari danau Kawah Ijen, gas yang menyembur tersebut terutama adalah karbon dioksida.
Gas itu mempunyai berat jenis yang lebih berat dari udara, sehingga karbon dioksida yang keluar akibat letusan atau semburan tersebut cenderung akan mengalir menyusuri lembah seperti kejadian letusan atau semburan gas di Kawah Ijen pada Maret 2018.
Hendra Gunawan juga menyebutkan tingkat aktivitas Gunung Ijen bisa dievaluasi kembali bila terjadi perubahan aktivitas baik secara visual dan instrumental yang signifikan.***
Artikel Terkait
Hai Bro! Penikmat Tanaman Hias, Ini Cara Membuat Bonsai Pohon Kelapa, Penampakan Cantik dan Mungil
Fakta Menarik Tentang Arang Aktif Untuk Kesehatan, Menangkal Racun, Hilangkan Bau Badan dan Putihkan Gigi
Alun-alun Singaparna Tasikmalaya Bersolek, Jadi Kinclong, Wabup Tasik Cecep Nurul Yakin Ajak Warga Begini
Fakta Menarik Tentang Petani Asal Usul Muncul Nama Petani Dari Soekarno dan Sansekerta
Gunung Marapi Erupsi Lontarkan Abu 300 Meter di atas Puncak, 40 Pendaki Dilaporkan Berkemah
20 Pendaki Gunung Marapi Sudah Mulai Turun Ke Bawah, BKSDA Sumbar Lakukan Evakuasi
Jenis Tanaman Hias Aglonema Sempat Merajai Pasar, Warna Daun Unik, Harga Impor Rp200,000