nasional

Kasus Stunting Dipengaruhi Empat Masalah Gizi, Apa Saja, Ini Penjelasan Kemenkes

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:19 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi menjelaskan mengenai kasus stunting pada anak dipengaruhi empat masalah gizi. Foro / Facebook/.

Kata Maria Endang Sumiwi, intervensi  pencegahan juga dilakukan pada periode setelah lahir lewat pemantauan pertumbuhan anak yang dilakukan setiap bulan secara rutin.

Baca Juga: Pecinta Pendaki Gunung Bangun Komunitas, Catut Tokoh Pemersatu Bangsa, Miliki Visi dan Misi

Ada dua kelompok umur yang sangat signifikan dan juga penting untuk dilakukan intervensi agar stunting bisa terus ditekan.

Pertama saat kondisi sebelum kelahiran sebesar 18,5 persen dan kelompok usia 6-11 bulan yang meningkat tajam 1,6 kali menjadi 22,4 persen di kelompok usia 12-23 bulan.

"Di titik pertama (sebelum kelahiran) penting untuk intervensi di masa kehamilan. Dan intervensi kedua saat bayi mendapatkan MP-ASI setelah masa ASI eksklusif," kata Maria Endang Sumiwi.

Baca Juga: Di Bangladesh Hampir 600 Siswa Bunuh diri Sepanjang Tahun 2022, Hal Ini Jadi Alasannya

Kata Maria Endang Sumiwi, pemerintah melakukan pemberian makanan tambahan untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia dengan makanan lokal.

“Jadi kita sudah mulai tahun 2022 di 16 kabupaten, kota dengan pangan lokal siap santap oleh Posyandu dan dimasak oleh kader dengan menu khusus yang memenuhi kebutuhan gizinya baik protein maupun kebutuhan gizi yang lain," kata Maria Endang Sumiwi.

16 Kota Kabupaten yang menjadi percontohan tersebut berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan juga Sumatera Selatan. Dan tahun 2023 sekarang diperluas ke 389 Kabupaten Kota.

Baca Juga: Sekarang Bulan Rajab, Nabi Muhammad Biasa Meningkatkan Amalan Satu Ini di Bulan Rajab

Selain pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal, hal yang paling penting juga yakni pemberian edukasi kepada ibu tentang cara pemberian makanan yang baik untuk anak.

Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengejar penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Sementara itu sesuai dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan terjadi penurunan angka stunting sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2021.

Baca Juga: Manfaat Kacang Kacangan Untuk Kesehatan Tubuh, Baik Untuk Jantung, Kanker dan Penuaan Dini

Angka stunting tahun 2022 turun dari 24,4 persen menjadi 21,6 persen, artinya ada penurunan sebesar  2,8 persen.

Halaman:

Tags

Terkini