Di Bangladesh Hampir 600 Siswa Bunuh diri Sepanjang Tahun 2022, Hal Ini Jadi Alasannya

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:46 WIB
Di Bangladesh pada tahun 2022 lalu hampir 600 siswa melakukan aksi bunuh diri menurut sebuah survei di Bangladesh. Foto / Pixabay /
Di Bangladesh pada tahun 2022 lalu hampir 600 siswa melakukan aksi bunuh diri menurut sebuah survei di Bangladesh. Foto / Pixabay /

VIEWJABAR - Di Bangladesh hampir 600 siswa melakukan aksi bunuh diri sepanjang tahun 2022 lalu.

Menurut laporan yang dirilis di ibukota Dhaka pada Jumat 27 Januari 2023 menyebutkan 585 siswa melakukan aksi bunuh diri di Bangladesh.

Jadi sepanjang tahun 2022 lalu sebanyak 585 siswa atau hampir 600 siswa di Bangladesh melakukan aksi bunuh diri.

Baca Juga: Sekarang Bulan Rajab, Nabi Muhammad Biasa Meningkatkan Amalan Satu Ini di Bulan Rajab

Dari jumlah tersebut, sebanyak 340 merupakan siswa sekolah dan 106 orang merupakan mahasiswa perguruan tinggi.

Sementara sebanyak 85 orang merupakan mahasiswa universitas dan 54 siswa merupakan siswa madrasah atau pesantren.

Hal tersebut disampaikan oleh Aachol Foundation dalam survei berbasis laporan di surat kabar terkemuka di Bangladesh.

Baca Juga: Manfaat Kacang Kacangan Untuk Kesehatan Tubuh, Baik Untuk Jantung, Kanker dan Penuaan Dini

Tim peneliti dari Anchol Foundation mengumpulkan informasi dari 150 lebih surat kabar lokal dan nasional serta portal daring.

"Bunuh diri adalah nama parasit senyap dalam masyarakat. Perbuatan itu mencengkeram kaum muda dalam perangkapnya yang mematikan setiap hari," kata peneliti dilansir dari ANTARA Sabtu 28 Januari 2023.

Survei tersebut bertajuk "Kecenderungan Bunuh Diri di kalangan Siswa, Bagaimana Solusinya?"

Baca Juga: Heran, Pengurus KONI Garut Tak Hadir di Even Balap Sepeda Cipanas Loop

Survei tersebut menggarisbawahi fenomena kasus bunuh diri bertambah banyak di Bangladesh, pada tingkat penularan di kalangan siswa pada semua level akademik baik pelajar hingga mahasiswa.

"Jumlah bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa dari data gabungan memicu kami untuk meninjau alasan di balik kasus bunuh diri," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X