Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Tinggi, BMKG Minta Pemda Waspada dan Siap Siaga

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Jumat, 27 Januari 2023 | 13:15 WIB
Menghadapi musim kemarau tahun 2023 sekarang ini, pemerintah daerah harus mewaspadai terjadi kebakaran hutan dan lahan. Foto / Pixabay / Ylvers /.
Menghadapi musim kemarau tahun 2023 sekarang ini, pemerintah daerah harus mewaspadai terjadi kebakaran hutan dan lahan. Foto / Pixabay / Ylvers /.

VIEWJABAR - Memasuki musim kemarau pada tahun 2023 sekarang ini ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia semakin tinggi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta pemerintah daerah untuk mewaspadai dan siap siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Menahan Kentut Berbahaya Untuk Kesehatan Benarkah?

Diperkirakan musim kemarau 2023 akan mulai pada bulan April hingga Mei 2023 mendatang, sehingga daerah yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut harus waspada

"Pemerintah Daerah harus bersiap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi agar melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan," kata Dwikorita dilansir ViewJabar dari ANTARA Jumat 27 Januari 2023.

Kata Dwikorita, merujuk pada prediksi BMKG, terdapat potensi terjadinya penurunan curah hujan setelah tiga tahun terakhir 2020, 2021, 2022, terjadi La Nina dan kondisi curah hujan di atas normal.

Baca Juga: Ekonomi Global Tahun 2023 Melambat, Hanya Tumbuh 1,9 Persen, Dewan Keamanan PBB Ungkap Penyebabnya

Sehingga hal tersebut kata Dwikorita dikhawatirkan dapat terjadi peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi pada tahun 2019.

Pada musim kemarau tahun ini, sesuai dengan prediksi BMKG, kondisi La Nina akan semakin melemah dan transisi menuju kondisi normal.

"BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Pemprov, dan Pemkab setempat terus berkoordinasi," kata Dwikorita.

Baca Juga: Logo Hari Jadi ke-210 Kabupaten Garut Dikenalkan ke Masyarakat

Hal itu dilakukan untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan persiapan, serta peringatan dini menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Termasuk juga kata Dwikorita menyiapkan skenario operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) dalam menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X