Menahan Kentut Berbahaya Untuk Kesehatan Benarkah?

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Jumat, 27 Januari 2023 | 11:03 WIB
Menahan kentut bisa berbahaya bagi kesehatan, simak penjelasan dari direktur neurogastroenterologi ini. Foto / Pixabay/.
Menahan kentut bisa berbahaya bagi kesehatan, simak penjelasan dari direktur neurogastroenterologi ini. Foto / Pixabay/.

VIEWJABAR - Banyak yang berkata kentut jangan ditahan tahan, jadi ketika ingin kentut keluarkan saja.

Namun kadang kadang kentut sering ditahan apalagi saat sedang bersama banyak orang karena khawatir dengan bunyinya.

Lalu benarkah menahan ketut bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh, dan apa dampaknya jalan jangka panjang jika sering menahan kentut.

Baca Juga: Ekonomi Global Tahun 2023 Melambat, Hanya Tumbuh 1,9 Persen, Dewan Keamanan PBB Ungkap Penyebabnya

Direktur neurogastroenterologi dan motilitas di Lenox Hill Hospital Elena Ivanina, DO, MPH menjelaskan tentang dampak menahan kentut.

Kentut itu cara tubuh mengeluarkan gas yang ada dalam saluran pencernaan, karena tubuh ini memiliki gas pada saluran pencernaan yang menumpuk.

Ada dua cara yang tubuh lakukan untuk mengeluarkan gas yang menumpuk dalam tubuh yakni melalui sendawa dan juga kentut.

Baca Juga: Logo Hari Jadi ke-210 Kabupaten Garut Dikenalkan ke Masyarakat

Direktur neurogastroenterologi dan motilitas di Lenox Hill Hospital Elena Ivanina, DO, MPH mengatakan ada banyak penyebab gas dalam usus.

Gas bisa masuk ke dalam tubuh kata Elena Ivanina bisa karena seseorang makan terlalu cepat atau mengunyah permen karet.

Selain itu juga karena microbiome menghasilkan gas saat memfermentasi serat dalam tubuh.

Ketika usus besar memecah makanan, maka akan menghasilkan gas seperti hidrogen, karbon dioksida, dan metana.

Baca Juga: Tiga Poin Usulan Persatuan Perangkat Desa Ini Dipelajari Mendagri Tito Karnavian, Apa Saja

Untuk itu gas yang ada dalam tubuh dan tidak dilepaskan melalui sendawa maka akan melewati saluran pencernaan ke tujuan akhirnya yakni anus menjadi kentut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Apa di Pulau Kunti? Simak Penjelasannya di Sini

Minggu, 11 Februari 2024 | 07:46 WIB
X