Survei mencatat bahwa wilayah Dhaka melaporkan angka bunuh diri tertinggi di kalangan pelajar dan mahasiswa, yakni 23,77 persen dari delapan wilayah di Bangladesh.
Baca Juga: Kasus Penculikan Anak di Garut yang Dilakukan Ayah Tiri Berakhir Damai
Kota pelabuhan di Bangladesh selatan, Chattogram, menyusul dengan angka sebesar 17,27 persen.
Berdasarkan analisis gender, perempuan lebih banyak melakukan bunuh diri dengan jumlah 60,15 persen dibandingkan laki-laki.
Pelajar antara 13-19 tahun paling mungkin mengakhiri hidupnya dan jumlah di kelompok usia tersebut mencapai 405, yang mencakup angka 76,12 persen.
Baca Juga: Menahan Kentut Berbahaya Untuk Kesehatan Benarkah?
Alasan yang melatarbelakangi bunuh diri antara lain adalah lantaran merasa terluka secara emosional, urusan asmara, konflik keluarga.
Selain itu depresi, gangguan psikologis, masalah keuangan, pelecehan dan pemerkosaan atau pelecehan seksual.
Namun menurut survei tersebut ada beberapa kasus bunuh diri yang alasannya masih misteri kenapa mereka melakukan aksi bunuh diri.
Untuk mencegah bunuh diri dan menumbuhkan kesadaran di kalangan siswa, survei tersebut merekomendasikan pembukaan Cabang Bantuan Pertama Psikologi di lembaga pendidikan.***
Artikel Terkait
Tiga Poin Usulan Persatuan Perangkat Desa Ini Dipelajari Mendagri Tito Karnavian, Apa Saja
Logo Hari Jadi ke-210 Kabupaten Garut Dikenalkan ke Masyarakat
Ekonomi Global Tahun 2023 Melambat, Hanya Tumbuh 1,9 Persen, Dewan Keamanan PBB Ungkap Penyebabnya
Menahan Kentut Berbahaya Untuk Kesehatan Benarkah?
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Tinggi, BMKG Minta Pemda Waspada dan Siap Siaga
Kasus Penculikan Anak di Garut yang Dilakukan Ayah Tiri Berakhir Damai
Heran, Pengurus KONI Garut Tak Hadir di Even Balap Sepeda "Cipanas Loop"
Manfaat Kacang Kacangan Untuk Kesehatan Tubuh, Baik Untuk Jantung, Kanker dan Penuaan Dini
Sekarang Bulan Rajab, Nabi Muhammad Biasa Meningkatkan Amalan Satu Ini di Bulan Rajab