News

3 Polisi yang Geruduk Rumah Bandar Narkoba di Kalteng Dinyatakan Tewas, Bagaimana Awal Mulanya?

Senin, 6 Juli 2026 | 09:12 WIB
Menyoroti kasus operasi narkoba Polres Katingan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berujung wafatnya 3 aparat kepolisian. (Instagram.com/@infobnn)

Jejak Perlawanan Terduga Bandar Narkoba

Terkait peristiwa tragis itu, Dodik menuturkan peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu, 1 Juli 2026 malam.

Dodik menyebut, operasi dilakukan setelah polisi memperoleh informasi masyarakat yang mengarah kepada seorang target berinisial BIO, residivis kasus narkotika.

Kala itu, sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.

Saat seorang target berhasil diamankan, situasi di lokasi mendadak berubah.

Dodik mengungkapkan, sejumlah orang yang berada di rumah target bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.

"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang," terang Dodik.

"Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," sambungnya.

Serangan tersebut mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi akibat luka senjata tajam.

Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang sampai akhirnya kini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal kelanjutan proses hukum atas wafatnya 3 aparat Polres Katingan tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini