TANJUNGBALAI, ViewJabar.com - Gelombang kemarahan publik memuncak di Tanjungbalai, Sumatera Utara, usai beredarnya video viral yang memperlihatkan aksi warga menggeruduk rumah seorang oknum guru Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial A.
Rumah tersebut diserbu massa setelah A dan suaminya diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap seorang murid laki-laki.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar makian dan teriakan amarah dari warga saat A keluar dari kediamannya.
Baca Juga: Ogah Bayar Habis Ngamar Malah Embat iPhone, Pria di Karawang Pasrah Kena Hantaman Maut Sang Wanita!
Situasi yang memanas memaksa aparat keamanan melakukan penjagaan ketat guna mengevaluasi terduga pelaku dari amukan massa.
Menanggapi kejadian yang menyedot perhatian nasional ini, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungbalai, Bukhori Ginting Suka, menjelaskan bahwa pihak internal sebenarnya telah mengusut laporan tersebut sejak akhir Juni.
"Permasalahan ini di akhir Juni sudah disampaikan oleh Kepala Sekolah kepada kami melalui surat. Kami langsung menindaklanjuti dengan memanggil Kepala Sekolah untuk dimintai keterangan," ujar Bukhori, dikutip dari unggahan resmi Facebook Pemerintah Kota Tanjungbalai.
Bukhori mengungkapkan adanya perbedaan keterangan antara pengakuan oknum guru A dan kabar yang beredar di tengah masyarakat.
Saat diperiksa, A sempat membantah keras tudingan yang dialamatkan kepada dirinya dan sang suami. Namun, hasil klarifikasi dari pihak keluarga korban menunjukkan hal yang berbeda.
"Kami memanggil pihak keluarga korban dan melakukan klarifikasi. Berdasarkan penyampaian keluarga, guru tersebut terindikasi terlibat dalam menggiring korban datang ke rumahnya. Di rumah itulah kemudian terjadi kejadian yang tidak diinginkan, di mana pelaku utamanya versi keluarga adalah suami dari guru ini," tegas Bukhori.