Menurut Steve Smith, meskipun ada perkembangan dalam minat dan investasi untuk penurunan CO2, tetapi masih ada kekurangan besar dalam informasi mengenai hal tersebut.
Baca Juga: Kenapa Final Piala Super Italia, Derby Milan Digelar di Arab Saudi, Ternyata..
Penghilangan CO2 melibatkan upaya penangkapan gas rumah kaca dari atmosfer dan menyimpannya untuk waktu yang lama di tanah, laut, formasi geologi, dan produk-produk lainnya.
Hingga saat ini, kata Steve Smith hampir semua penghilangan CO2 telah dicapai melalui tindakan seperti menanam pohon dan mengelola tanah dengan lebih baik.
Menurut laporan tersebut, dari 2020 hingga 2022, investasi global dalam kapasitas penghilangan CO2 baru telah mencapai sekitar 200 juta dolar atau sekitar Rp 3 triliun.
Baca Juga: Konflik Rusia Ukraina, 7,9 Juta Warga Ukraina Ngungsi ke Negara Eropa
Sementara itu, dana senilai 4 miliar dolar atau setara Rp 60,4 triliun telah disalurkan ke penelitian dan pengembangan yang dikeluarkan pemerintah sejak tahun 2010.
Pada Desember 2022, Departemen Energi AS memiliki komitmen untuk menyalurkan 3,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55,9 triliun untuk membiayai proyek penghilangan C02.
Selain itu, Uni Eropa juga menargetkan untuk menangkap dan menghilangkan lima juta ton C02 tiap tahunnya hingga tahun 2030.***