Urban Farming Solusi Ditengah Melambungnya Harga Cabai, Begini Kata Pakar IPB University

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 8 Desember 2023 | 10:48 WIB
Tanaman Cabai hasil Urban Farming IPB University di Rusunawa kota Depok belum lama ini (IPB University)
Tanaman Cabai hasil Urban Farming IPB University di Rusunawa kota Depok belum lama ini (IPB University)



VIEWJABAR - Fakultas Pertanian IPB University bekerjasama dengan ratusan warga Rusunawa kota Depok melakukan kegiatan urban farming, belum lama ini.

Kegiatan urban farming yang dikembangkan berbasis pada fenomena urban heat island yang bekerjasama dengan Persatuan Indonesia Berseru (PIB) dan Rikolto Indonesia, yakni menanam cabai, terong, tomat, timun, kailan, pakcoy hingga kangkung. 

Urban farming yang dikembangkan oleh para pakar Fakultas Pertanian IPB University tersebut mempunyai ciri khas yaitu menggunakan teknik-teknik ramah lingkungan, zero pesticides dan juga diukur pengaruh atau dampaknya terhadap suhu di lokasi masing-masing.

Baca Juga: Hadapi Persik Kediri Pada Lanjutan BRI Liga 1 Pekan ke-22, Alberto Rodriguez Siap Tampil dan Bertekad Mempertahankan Tren Positif PERSIB

Koordinator tim IPB University, Dr Afra Makalew mengatakan bahwa urban farming ini bisa menjadi model pengembangan di daerah lain karena dimulai dengan perencanaan yang sangat detail yaitu dilakukan analisis tanah, landscaping, zero pesticides dan penerapan circular economy.

“Lokasi kegiatan ada yang merupakan bekas bangunan, timbunan pecahan batu-bata dan genteng, sehingga perlu di permak total untuk bisa ditanami. Teknik penanaman juga bervariasi mulai dari budidaya dalam polybag hingga budidaya di tanah langsung,” ujarnya.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Prof Suryo Wiyono menyatakan bahwa urban farming mempunyai potensi yang besar untuk menyediakan bahan pangan yang sehat untuk masyarakat perkotaan, meningkatkan mental health masyarakat, dan menciptakan kenyamanan lingkungan.

Baca Juga: Evaluasi Tim Pasca Laga Menghadapi PSM Makassar, Bojan Hodak: PERSIB Lemah dari Segi Passing dan Penguasaan Bola

“Urban farming juga memiliki tantangan besar yaitu keterbatasan lahan, kontaminasi air dan juga risiko pencemaran agrochemical. Sehingga perlu dirancang secara tepat agar produktif, menguntungkan, tidak mencemari lingkungan, dan bisa berlanjut secara mandiri,” tuturnya.

Masyarakat lanjut Prof Suryo, menyambut kegiatan ini dengan sangat baik, apalagi bisa panen cabai di saat harga melonjak tinggi.

selanjutnya salah satu peserta kegiatan urban farming  di rusunawa Depok, Uty Ute mengatakan, ditengah harga cabai lagi naik di pasaran, dirinya bersama warga rusunawa lainnya dapat memanen hasil tanaman cabainya.

Baca Juga: Dishub Kabupaten Bogor Berlakukan Sistem Satu Arah (SSA), Untuk Mengurai Kemacetan Arus Lalu Lintas di Jl Raya Bojonggede

“Alhamdulillah, tomat dan cabai panen perdana sampai 4,5 kg. Momen ini tepat karena sekarang harga cabai sedang naik. Kegiatan ini juga merupakan panen sayur pertama di rusunawa ini,” ucapnya.

Peserta urban farming

Program Pendampingan urban farming Fakutas Pertanian IPB University diikuti sedikitnya oleh 180 warga rusunawa di kota Depok.

Pendampingan urban farming dengan menanam sayuran telah dilakukan selama enam bulan sejak bulan April hingga Desember 2023.

Baca Juga: Kabar Gembira ! Segera Dibuka Gebyar Bazar UMKM kota Bogor , Kunjungi Tenant Fashion dan Kuliner, di Area Parkir Hypermart Yasmin

Dengan adanya pendampingan urban farming ute dan warga rusunawa lainnya mengaku senang, mendapatkan ilmu pengetahuan, yang tadinya lahan - lahan kosong tidak produktif, menjadi bisa ditanami dan menghasilkan sayuran yang dibutuhkan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asof

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X