VIEWJABAR - Fakultas Pertanian IPB University bekerjasama dengan ratusan warga Rusunawa kota Depok melakukan kegiatan urban farming, belum lama ini.
Kegiatan urban farming yang dikembangkan berbasis pada fenomena urban heat island yang bekerjasama dengan Persatuan Indonesia Berseru (PIB) dan Rikolto Indonesia, yakni menanam cabai, terong, tomat, timun, kailan, pakcoy hingga kangkung.
Urban farming yang dikembangkan oleh para pakar Fakultas Pertanian IPB University tersebut mempunyai ciri khas yaitu menggunakan teknik-teknik ramah lingkungan, zero pesticides dan juga diukur pengaruh atau dampaknya terhadap suhu di lokasi masing-masing.
Koordinator tim IPB University, Dr Afra Makalew mengatakan bahwa urban farming ini bisa menjadi model pengembangan di daerah lain karena dimulai dengan perencanaan yang sangat detail yaitu dilakukan analisis tanah, landscaping, zero pesticides dan penerapan circular economy.
“Lokasi kegiatan ada yang merupakan bekas bangunan, timbunan pecahan batu-bata dan genteng, sehingga perlu di permak total untuk bisa ditanami. Teknik penanaman juga bervariasi mulai dari budidaya dalam polybag hingga budidaya di tanah langsung,” ujarnya.
Sementara Dekan Fakultas Pertanian Prof Suryo Wiyono menyatakan bahwa urban farming mempunyai potensi yang besar untuk menyediakan bahan pangan yang sehat untuk masyarakat perkotaan, meningkatkan mental health masyarakat, dan menciptakan kenyamanan lingkungan.
Baca Juga: Evaluasi Tim Pasca Laga Menghadapi PSM Makassar, Bojan Hodak: PERSIB Lemah dari Segi Passing dan Penguasaan Bola
“Urban farming juga memiliki tantangan besar yaitu keterbatasan lahan, kontaminasi air dan juga risiko pencemaran agrochemical. Sehingga perlu dirancang secara tepat agar produktif, menguntungkan, tidak mencemari lingkungan, dan bisa berlanjut secara mandiri,” tuturnya.
Masyarakat lanjut Prof Suryo, menyambut kegiatan ini dengan sangat baik, apalagi bisa panen cabai di saat harga melonjak tinggi.
selanjutnya salah satu peserta kegiatan urban farming di rusunawa Depok, Uty Ute mengatakan, ditengah harga cabai lagi naik di pasaran, dirinya bersama warga rusunawa lainnya dapat memanen hasil tanaman cabainya.
“Alhamdulillah, tomat dan cabai panen perdana sampai 4,5 kg. Momen ini tepat karena sekarang harga cabai sedang naik. Kegiatan ini juga merupakan panen sayur pertama di rusunawa ini,” ucapnya.
Peserta urban farming
Program Pendampingan urban farming Fakutas Pertanian IPB University diikuti sedikitnya oleh 180 warga rusunawa di kota Depok.
Pendampingan urban farming dengan menanam sayuran telah dilakukan selama enam bulan sejak bulan April hingga Desember 2023.
Dengan adanya pendampingan urban farming ute dan warga rusunawa lainnya mengaku senang, mendapatkan ilmu pengetahuan, yang tadinya lahan - lahan kosong tidak produktif, menjadi bisa ditanami dan menghasilkan sayuran yang dibutuhkan.***
Artikel Terkait
Kurang dari 24 Jam Pasca Menghadapi PSM Makassar, Bojan Hodak Terapkan Latihan Pemulihan untuk Skuad Persib Bandung
Tampil Perdana untuk Persib Bandung, Stefano Beltrame Terkesan dengan Sambutan dan Antusiasme Bobotoh
Hayu Wargi Bogor Diantos di Pasar Kaget Taman Tanah Sareal, Dapatkan Produknya, Ambil Potongan Harganya dan Nikmati Gratisannya !
Hadir Setiap Rabu, Pasar Kaget Taman Tanah Sareal Bogor, Cicipi Kulinernya, Belanja Fashionnya dan Nikmati Hiburannya, Begini Kata Pengunjung !
Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Sumedang, Pohon Roboh Hantam Truk dan Mobil Pickup, Jl Cadas Pangeran Macet Parah!
Dukung Warga Palestina, Pesepeda Bogor Gelar Aksi Ride For Palestine, Galang Dana Untuk Warga di Jalur Gaza