Kekecewaan pasutri tidak cukup sampai disitu (protes ke desa) tidak terima kekalahannya, hingga akhirnya pasutri tersebut menghadang truk DLH yang akan mengangkut sampah warga.
Alasan pasutri itu, menghadang truk DLH kenapa truk sampah lewat perumahan, jalan saya bisa rusak. Akhirnya Warga geram atas prilaku pasutri yang kalah dalam pemilihan RT.
"Kita semua yang ngebangun jalan itu, karena pihak developer tidak bertanggung jawab," ungkapnya.
Selain itu, pasutri tersebut tidak mau ikut aturan RT, tidak mau bayar iuran IPL, lalu ia ingin 10 KK itu mengelola sampah sendiri.
Alasan ingin mengelola sampah sendiri, diketahui ada salah satu warga yang mau modalin dengan memiliki mobil bak terbuka untuk angkut sampah.
Diberitakan sebelumnya, Pasutri tersebut merusak Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), lalu sampah diangkut ke dekat pemukiman padat penduduk lalu dibakar.
Baca Juga: Whoosh Experience Program tahap 3, KCIC Kembali Gratiskan Perjalanan Kereta Cepat 11-16 Oktober 2023
Pembakaran sampah dekat pemukiman warga menuai protes dari masyarakat, karena polusi asapnya mengganggu pernapasan.
Sementara Kapolsek Cijeruk, Kompol Hida Tjahjono mengungkapkan kepada wartawan, bahwa kasus ini berawal dari adanya pemilihan ketua RT.
"Permasalahan internal perumahan tersebut, salah satu yang mencalonkan kalah, karena tidak dipilih," tandasnya.***