VIEWJABAR - Meski bisnis batu bata merah kini keberadaannya kian terancam dengan hadirnya bahan material serupa menggunakan bahan baku berbeda, namun bagi perajin di Ambarayah tetap tak bergeming.
Seperti yang diungkapkan Ucu perajin batu bata merah di Kampung Ambarayah Desa Sukadana Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, tetap melakukan kegiatan rutin untuk memenuhi pesanan langgananya.
Pasokan batu bata merah produksi Ambarayah selain bisa memenuhi kebutuhan bahan material di wilayah Pagerageung juga mencakup luar wilayah seperti Bandung, Jakarta hingga ke Jawa Tengah dan sekitarnya.
"Alhamdulillah kualitas batu bata merah Ambarayah masih bisa menempati pasar dan banyak dipesan," kata Ucu di sela sela kegiatan pembuatan batu bata merah.
Bahan yang digunakannya adalah tanah liat dan campuran abu. Sedangkan tanah liat yang digunakan untuk bahan pembuatan batu bata merah, kata Ucu, memanfaatkan tanah perkebunan yang ada di wilayahnya.
Dalam sekali produksi (pembakaran) bisa mencapai 1000 buah batu bata merah dengan proses pembakaran selama 1 minggu. Sedangkan proses pembuatan atau mencetak tanah liat dibentuk batu bata merah dilakukan oleh 3 orang karyawan selama 1 minggu.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari ini Kota Bandung dan Sekitarnya Selasa 17 Oktober 2023
"Dalam pembuatannya kita libatkan masyarakat di sini yang bisa melakukan proses pengolahan. Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembakarannya adalah huut badag," tuturnya. ***