daerah

Viral Potret Pilu Siswa SD di Tegowanu Grobogan: Makan MBG di Antara Reruntuhan

Kamis, 23 Juli 2026 | 13:32 WIB
Potret para siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah yang menikmati MBG di antara puing bangunan sekolahnya yang rusak. (Instagram.com/@voktis.id)

GROBOGAN, ViewJabar.com - Sebuah potret ironi dunia pendidikan tengah ramai menjadi sorotan publik di media sosial.

Para siswa SDN Tanggirejo yang berlokasi di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terekam tetap semangat mengikuti pembelajaran meski bangunan sekolah mereka dalam kondisi hancur dan telah roboh.

Perhatian publik semakin tersita saat melihat rutinitas para siswa di tengah keterbatasan tersebut.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @voktis.id pada Kamis (23/7/2026), para siswa tampak asyik menikmati porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat di antara puing-puing bangunan kelas yang sudah tak berbentuk.

Baca Juga: Gantikan Nanik S Deyang, Sudaryono Tegaskan Tak Punya Dapur MBG dan Siap Babat Korupsi di BGN

"Salah satu potret memperlihatkan seorang siswi membawa ompreng MBG di depan ruang kelas yang atapnya telah roboh. Hal itu menggambarkan aktivitas belajar yang tetap berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Disiasati dengan Sekat Tripleks hingga Mushala

Kondisi SDN Tanggirejo memang sangat memprihatinkan. Diketahui, sekolah tersebut telah kehilangan empat ruang kelas akibat kerusakan parah.

Guna memastikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terhenti, pihak sekolah harus memutar otak mencari solusi darurat.

Langkah yang diambil meliputi penyekatan satu ruang kelas yang masih utuh menjadi dua bagian menggunakan tripleks, memindahkan siswa kelas 5 untuk belajar di musala, serta menyulap ruang perpustakaan menjadi ruang guru sementara.

Rusak karena Usia dan Rayap

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, membenarkan kondisi pilu tersebut. Menurutnya, rentetan kerusakan atap mulai terjadi sejak awal Januari 2026.

"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan merambat ke kelas 4," ungkap Juwariyah dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa konstruksi bangunan memang sudah sangat usang dan rapuh akibat dimakan usia serta serangan rayap. Saat ini, kegiatan belajar dialihkan secara bergiliran ke ruangan yang dinilai masih aman untuk ditempati.

Meski harus belajar di tengah ancaman bangunan rapuh dan fasilitas seadanya, Juwariyah memastikan mental dan semangat belajar anak didiknya tidak surut. Mereka tetap antusias mengikuti pelajaran dan menyantap program MBG bersama teman-temannya.

Halaman:

Tags

Terkini