daerah

Data Terbaru BPS! Pengangguran Jabar Turun Tipis, Tapi Setengah Pengangguran Justru Naik

Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Statistik pengangguran di Jawa Barat. (jabar.bps.go.id)

BANDUNG, ViewJabar.com - Kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Meski jumlah masyarakat yang bekerja terus bertambah, angka pengangguran di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu masih berada di atas enam persen.

 

Berdasarkan data terbaru yang dirilis situs resmi BPS Jawa Barat, Rabu, (5/8/2026). Kondisi ketenagakerjaan pada Mei 2026 menunjukkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja menjadi 27,10 juta orang. Angka tersebut bertambah sekitar 210 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

 

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan dari 68,13 persen menjadi 68,46 persen.

Kondisi ini menandakan semakin banyak masyarakat usia kerja yang aktif mencari pekerjaan maupun telah bekerja.

Di sisi lain, jumlah penduduk yang telah bekerja juga meningkat menjadi 25,31 juta orang atau bertambah sekitar 210 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

 

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jawa Barat dengan jumlah mencapai 5,50 juta pekerja atau sekitar 21,71 persen dari total penduduk yang bekerja. BPS Jawa Barat juga mencatat sebanyak 11,14 juta orang atau 44,01 persen pekerja kini berada di sektor formal.

Jumlah tersebut naik sekitar 50 ribu orang dibandingkan Februari 2026, menunjukkan adanya tambahan tenaga kerja yang berhasil masuk ke pekerjaan formal.

Namun, di balik kabar positif tersebut masih tersimpan tantangan. Persentase setengah pengangguran justru mengalami kenaikan dari 7,48 persen menjadi 7,88 persen.

Artinya, masih banyak pekerja yang jam kerjanya belum optimal atau belum memperoleh pekerjaan secara penuh. Sementara itu, persentase pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 0,75 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), BPS Jawa Barat mencatat angka 6,61 persen pada Mei 2026. Angka tersebut memang turun tipis sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 6,64 persen.

Meski penurunannya relatif kecil, data ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar kerja di Jawa Barat.

Namun demikian, besarnya jumlah angkatan kerja yang terus bertambah membuat upaya penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang layak.(*)

Tags

Terkini