"Kami tetap mengadakan pembelajar ofline-online dari pukul 07.00 sampai 14.00 WIB, kita tetap mengadakan KBM hanya saja lokasi pembelajaran kita pindahkan," ucap Tria.
Dampak dari peristiwa tersebut, Tria mengaku terus mendapatkan semangat dari para orangtua siswa/i dan telah melakukan diskusi kaitan dengan sengketa lahan yang terjadi di Sekolah MI Aalam Gaharu.
"Alhamdulailah, pihak orangtua terus memberikan semangat kepada pengelola sekolah agar KBM tetap bisa berjalan dengan lancar sampai menunggu proses hukum sengketa lahan selesai," sambungnya.
Sekedar informasi, baru-baru ini, warga masyarakat dihebohkan dengan adanya peristiwa penggembokan Sekolah MI Alam Gaharu oleh sekelompok LSM Cakra, belakanngan diketahui karena persoalan sengketa lahan, hingga akhirnya pihak Kepolisian Polresta Bandung turun tangan.
Baca Juga: BLT BBM untuk Nelayan Jawa Barat Mulai Dicairkan, Ini Persyaratan Pencairannya
"Yang bersengketa Haji Jujun dan Ibu Umi, saat ini masih dalam sengketa dan tengah diselesaikan kaitan perkara perdatanya, meski demikian, pintu masuk sekolah bagian depan dalam keadaan normal masih berfungsi, pihak LSM pun menyampaikan permintaan maaf," papar Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo.
Viralnya penggembokan sekolah saat ini tidak lagi seperti apa yang diviralkan, dan kondisi sekolah sudah dapat dipungsikan seperti pada biasanya atau normal kembali.
"Tidak ada lagi penggembokan, dan memang seharusnya menunggu keputusan eksekusi dari Pengadilan Negeri terlebih dahulu," pungkasnya,(***)