VIEWJABAR - Warga masyarakat di Kampung Balesarakan Jalan Endung Kelurahan Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung ramai memperbincangkan terkait dengan digemboknya Sekolah Alam MI Gaharu oleh sekelompok mengatas namakan LSM Cakra.
Lantas apa yang kemudian melatar belakangi peristiwa tersebut terjadi ? dan seperti apa kronologisnya ?
Dijelaskan Kepala Sekolah Alam MI Gaharu Tria Pratiwi, pada rabu pagi 2 November 2022, sekelompok orang berasal dari LSM Cakra mendatangi sekolah terkait dengan sengketa lahan, dan pada hari yang sama semua siswa-siswi diliburkan oleh pihak sekolah.
"Rabu pagi kami meliburkan aktifitas kegiatan belajar mengajar (KBM), karena seluruh staf dan guru di sekolah mengadakan pertemuan dengan pihak yayasan," jelasnya.
Saat tengah rapat dengan pihak yayasan, sekira pukul 09.00 wib, terdengar suara keributan bersumber dari belakang sekolah, setelah di kroscek ternyata terdapat sekelompok orang yang diketahui dari LSM Cakra.
"Terdengar ribut-ribut di area belakang sekolah, dimana area belakang sekolah tersebut merupakan area mobilitas keluar masuk sekolah, ketika itu kondisi gerbang sekolah sedang dikunci," kata Tria kepada awak media Sabtu (5/11/22).
Baca Juga: Bupati Garut Rudy Gunawan Ternyata 14 Tahun Mengidap Penyakit Ini, Mengapa Tetap Bugar? Ini Tipsnya
Melihat keramaian tersebut, pihak keamanan sekolah pun tidak membukakan gerbang yang terkunci itu karena merasa khawatir dengan keberadaan sekelompok LSM Cakra tersebut, namun diketahui sejumlah orang menerobos masuk kedalam area sekolah.
"Dengan cara merusak gerbang sekolah, akhirnya orang-orang itu memaksa masuk dan ada beberapa lemparan juga serta diketahui ada penandaan batas wilayah menggunakan cat," ungkapnya.
Penandaan batas wilayah menggunakan cat tersebut, lanjut Tria, sekitar 1.335 meter lahan area sekolah Aalam MI Gaharu Baleendah di klaim oleh pihak LSM Cakra dan terpapampang juga pada plang yang dipasang oleh pihak LSM didepan sekolah.
Baca Juga: Lantik Pengurus Wilayah MDI Jabar, Airlangga Hartarto Didoakan Jadi Presiden 2024
"Dan untuk area sekolah kami sendiri, kira-kira 1 per 3 bukan ranah sengketa, namun area yang bukan area lahan sengketa itu bukan area kelas, tapi area perpustakaan dan dapur," ujarnya.
Adapun jumlah siswa MI saat ini sebanyak 123 anak dan untuk RA ada sebanyak 49 anak, akibat peristiwa itu, pihak sekolah mengadakan pembelajaran baik secara ofline atau online serta memindahkan lokasi pembelajaran.
Artikel Terkait
Pendiri Syamsul Ulum Sukabumi Dianugerahi Pahlawan Nasional, Mas Eko : Banyak Karyanya, Apa Saja ?
INFO GEMPA HARI INI, BMKG Sebut Gempa Melongaune-Sulut 21 Menit Lalu
Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Ruang Tengah Rumah, Kapolsek Surade : Diduga Musikah Tewas Dibunuh Perampok
BLT BBM untuk Nelayan Jawa Barat Mulai Dicairkan, Ini Persyaratan Pencairannya
2 Jenazah Kakak Adik Korban Kanjuruhan Selesai Diautopsi, Pemeriksan Lab Ungkap Ganas Tidaknya Gas Air Mata
Lantik Pengurus Wilayah MDI Jabar, Airlangga Hartarto Didoakan Jadi Presiden 2024
Bupati Garut Rudy Gunawan Ternyata 14 Tahun Mengidap Penyakit Ini, Mengapa Tetap Bugar? Ini Tipsnya
Digembok LSM dan Viral di Medsos, Kapolresta Bandung : Pintu Depan Sekolah Alam Gaharu Sudah Dibuka Normal