2 Jenazah Kakak Adik Korban Kanjuruhan Selesai Diautopsi, Pemeriksan Lab Ungkap Ganas Tidaknya Gas Air Mata

photo author
Lalan Tresna, View Jabar
- Sabtu, 5 November 2022 | 19:18 WIB
Prosesi autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan (Istimewa)
Prosesi autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan (Istimewa)

VIEWJABAR - Tim dokter forensik selesai melakukan autopsi terhadap dua jenazah adik kakak korban Tragedi Kanjuruhan.

Proses autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan dilakukan dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB.

Dua korban Tragedi Kanjuruhan yang jenazahnya diautopsi tersebut adalah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Devi Anggraeni (13). Keduanya putri dari Devi Athok warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Autopsi dilakukan di areal TPU Desa Sukolilo, tempat di mana adik kakak korban Tragedi Kanjuruhan itu dimakamkan.

Baca Juga: BLT BBM untuk Nelayan Jawa Barat Mulai Dicairkan, Ini Persyaratan Pencairannya

Ketua PDFI (Perhimpunan Dokter Forensik indonesia) Cabang Jawa Timur dr. Nabil Bahasuan mengatakan, beberapa sampel hasil autopsi yang diambil dari dua korban selanjutnya akan diperiksa di laboratorium independen untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Tim dokter forensik, lanjut Nabil, telah melakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam dan pemeriksaan penunjang terhadap dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan.

Pemeriksaan sampel yang diambil dari jenazah korban, menurut Nabil, diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan.

Baca Juga: Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Ruang Tengah Rumah, Kapolsek Surade : Diduga Musikah Tewas Dibunuh Perampok

"Pemeriksaan paling lama delapan minggu. Untuk kondisi jenazah sendiri tentunya ada proses pembusukan karena sudah lebih dari satu bulan," ujar Nabil diutip dari Antara.

Devi Athok merelakan jenazah dua putrinya diatopsi agar keadilan ditegakkan.

Baca Juga: Terkini, Klasemen Sementara Porprov Jabar 2022 Sabtu 5 November Pukul 14.00 WIB, Kabupaten Bogor ke Puncak

Devi berharap, hasil autopsi terhadap kedua putrinya bisa mengungkap semua pelaku dalam tragedi tersebut.

"Saya merelakan anak-anak saya (untuk diautopsi). Semoga terungkap, kalau memang ini gas air mata beracun, semua pelaku dari bawah ke atas dihukum seberat-beratnya," katanya kepada Antara.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X