Dengan kata lain, sesar bisa merupakan bidang kosong (atau lapisan lemah) di bawah permukaan bumi yang disertai pergeseran relatif terhadap blok batuan lainnya. Pergeseran, tumbukan dan aktivitas lainnya inilah yang menyebabkan gempa bumi.
Belum ada penjelasan pasti tentang panjang Sesar Cirata ini, pihak BMKG hanya menjelaskan bahwa Sesar Cirata yang kini aktif tersebut berada di bawah bumi Cianjur, Bandung Barat dan Purwakarta.
Baca Juga: Mahfud MD Mengaku Degdegan ketika Presiden Jokowi Menerima Tongkat Keketuaan ASEAN, Ini Alasannya
Yang menjadi perhatian BMKG, Sesar Cirata keberadaannya sangat dangkal yakni di bawah 10 km di bawah permukaan bumi.
Karena letaknya yang dangkal, maka gempa yang diakibatkan aktivitas Sesar Cirata umumnya terasa getarannya.
Sejumlah kerusakan akibat aktivitas Sesar Cirata di antaranya
1. Gempa pada 15 April 2005 yang mengguncang wilayah Gunung Halu dan sekitarnya.
Gempa ini berkekuatan 4,3 SR dengan kedalaman 5 kilometer. Sejumlah rumah penduduk rusak akibat gempa ini.
2. Pada pertengahan Desember 2010, tanah di Padalarang antara Saguling dan Cirata mengalami retakan, bahkan mengakibatkan sebagian badan jalan tenggelam di beberapa tempat.
Yang harus lebih diwaspdai lagi, Sesar Cirata ini bisa mengakibatkan gempa besar dengan kekuatan 7 MS (Magnitude Surface) dalam waktu 80 tahun.
Itulah Sesar Cirata yang kini aktif dan mengakibatkan gempa beberapa kali di Kabupaten Purwakarta, Bandung dan daerah lainnya. ***