"Tapi akhirnya, pada satu dekade ke belakang eksistensi kujang mulai kembali dimunculkan oleh budayawan Sunda mulai mengidentikkan kujang dengan Jabar atau Sunda bahkan kemunculan kujang justru ingin menunjukan kedaulatan NKRI dari sisi kebudayaan asli," paparnya.
Terakhir, dalam acara peresmian Kujang Papasangan jilid dua ini yang dihadiri oleh ratusan budayawan seperti Irjen Pol Purn Anton, Pj Walikota Cimahi, Akademisi, Para ahli sejarah, dan Komandan Brigif 15 Kujang II serta para angggotanya berharap untuk tidak sebatas memaknai sebagai identitas kasundaan saja.
"Jadi penegasan dalam kegiatan hari ini adalah, untuk tidak sebatas memaknai kujang itu sebagai identitas kasundaan saja melainkan agar dipahami sebagai simbol kedaulatan sebuah negara," pungkasnya.(***)