Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis, Kopi arabika java Sukapura Tasikmalaya, H Endang Syahrudin mengaku bangga dengan lahirnya sertifikat IG tersebut.
Baca Juga: Tiga Pahala Melakukan Hubungan Intim, Suami Istri Patut Berbahagia
"Alhamdulillah kini Kabupaten Tasikmalaya memiliki kopi khas yang sudah memiliki sertifikat Indikasi Geografis yaitu kopi arabika java Sukapura Tasikmalaya," katanya Kamis 22 Desember 2022.
Kini kata Endang Syahrudin tinggal bagaimana para petani bisa menerapkan standar produksi yang sudah ditetapkan dalam sertifikat Indikasi Geografis.
Sehingga kualitas kopi arabika java Sukapura Tasikmalaya yang dikembangkan oleh masyarakat bisa sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya, Nasabnya Sampai ke Rasulullah SAW
Kata Endang Syahrudin, peminat kopi khas Kabupaten Tasikmalaya ini banyak diminati oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan pihak China membutuhkan kopi khas Jawa Barat termasuk kopi khas Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 2000 ton.
"Ini menjadi tantangan kami para petani kopi khas Kabupaten Tasikmalaya bagaimana kualitas kopi tetap terjaga dan bisa memenuhi permintaan dari luar," katanya.
Baca Juga: Inilah Jenis Makanan yang Baik Untuk Meningkatkan Kecerdasaan Otak Anak, Ibu Ibu Wajib Paham
Kendala yang dihadapi saat ini, kata Endang Syahrudin adanya keterbatasan modal, untuk menampung hasil panen dari para petani.
Diharapkan pemerintah daerah bisa memberikan dukungan bagaimana ke depan kopi khas Kabupaten Tasikmalaya ini bisa ditanam, diolah dan dijual oleh petani Tasikmalaya.
"Ini yang menjadi tantangan kita ke depan bagaimana kopi arabika java Sukapura Tasikmalaya ini ditanam, diolah dan dijual oleh kita," katanya.***