Majalaya Kasohor Kota Kecamatan Kotoran Kuda, Ini Alasannya

photo author
Budi SK, View Jabar
- Minggu, 30 Oktober 2022 | 09:54 WIB
Salah satu Delman saat melintasi Pasar Baru Majalaya, kotoran kudanya menjadi penyebab polusi udara (YouTube Raden Hakim Mustakim)
Salah satu Delman saat melintasi Pasar Baru Majalaya, kotoran kudanya menjadi penyebab polusi udara (YouTube Raden Hakim Mustakim)

VIEWJABAR - Bukan tanpa sebab Kota Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung kasohor dengan julukan kotoran kuda.

Julukan Kota Kecamatan Majalaya dengan kotoran kuda lantaran banyak delman atau keretek.

Di Majalaya sebagian warganya menjadi kusir delaman dan memilikinya.

Baca Juga: Tragedi Halloween Korea Selatan Tewaskan 151 Orang, 19 di Antaranya WNA, Adakah Warga Indonesia?

Tempat yang sering dijadikan tempat ngetemnya adalah di Pasar Bingung, Pasar Baru dan persimpangan Jalan Sambilalu serta Jalan Tengah.

Trayek yang dilayani para kusir delman pun tidak jauh dari kisaran 4 sampai 8 kilometer.

"Ya jarak dari persimpangan sambilalu ke RSUD Majalaya atau RSU Ebah, kurang lebih satu kilo meter," kata Asep salah seorang penumpang delman asal Majalaya.

Baca Juga: Hibah Jepang, 200 Vial Fomepizole Obat Gagal Ginjal Akut Tiba di Indonesia, 1 Vial Cukup Berapa Pasien?

Asep sering menggunakan delman saat bepergian, meski lokasi yang ditujunya banyak kendaraan yang melaluinya.

"Kalau saya mau ke RSU Ebah pilihannya ada ojeg atau mau ke jalan anyar ada angkot, begitupun ke Sukamanah," tuturnya.

Delman atau keretek sudah menjadi kendaraan transportasi umum sejak dulu.

Baca Juga: Terungkap Kepemilikan Saham Raffi Ahmad di Arema FC, Akankah Jadi Presiden Klub Gantikan Juragan 99?

Sayangnya delman atau keretek pada umumnya tidak dilengkapi dengan tempat kotorannya.

Sehingga kotoran kuda sering ditemukan di setiap jalan yang dilalui atau di tempat tempat ngetem.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X