Waspadi Jika Anda Sering Melakukan Duduk Berlama Lama, Demensia Menanti di Deapan Mata

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Senin, 23 Oktober 2023 | 08:54 WIB
Ilustrasi, duduk berlama lama akan menimbimbulkan ganguan pada kesehatan tubuh (Pixabay)
Ilustrasi, duduk berlama lama akan menimbimbulkan ganguan pada kesehatan tubuh (Pixabay)

VIEWJABAR - Waspad jika melakukan hal ini terlalu lama akan mengganggu kesehatan tubuh, yaitu duduk terlalu lama.

Pada sebuah penelitian yang dipublish JAMA menyebutkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko terkena demensia, terutama bagi  seseorang  yang rajin berolahraga.

Para  ilmuan yang melakukan penelitian menemukan efek negatif dari duduk berjam-jam  sehingga dapat berpengaruh, dan risikonya  tinggi terutama bagi individu yang sering  berolahraga.

Baca Juga: Pengembangan Material Berbasis Selulosa & Nanoselulosa Dukung Agroindustri, Begini Kata Pakar IPB University

Penelitian ini melibatkan 49.841 pria dan wanita berusia 60 tahun atau lebih, yang hasilnya mengungkapkan bahwa perilaku menetap seperti duduk dapat meningkatkan risiko terkena demensia.

"Temuan ini mendukung gagasan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk perilaku duduk dapat meningkatkan risiko demensia,” kata seorang profesor neurologi di Boston University, Andrew Budson dilansir The Washington Post seperti dikutip dari PMJNews.   

Hasil penelitian pun menyoroti betapa besar dampak duduk pada kesehatan pikiran dan tubuh, serta menunjukkan bahwa olahraga saja mungkin tidak cukup untuk melindungi diri dari risiko ini.

Baca Juga: Guru Besar IPB University Ungkap Teknologi Peningkatan Mutu Kayu Ramah Lingkungan Dengan Minyak Kemiri !

Dampak buruk lainnya termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan kematian dini. Bahkan bagi mereka yang berolahraga, duduk berlebihan dapat menghilangkan beberapa manfaat metabolisme yang diharapkan dari aktivitas fisik.

Risiko semakin besar bagi mereka yang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari duduk, dan risiko demensia bahkan meningkat hingga 63 persen lebih tinggi pada individu yang duduk lebih dari 12 jam.

Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa olahraga tidak dapat sepenuhnya mengatasi dampak buruk duduk, karena orang yang berolahraga tetapi duduk sepanjang hari memiliki risiko yang sama tingginya terkena demensia.

Baca Juga: Jadwal Sholat hari ini Kota Bandung dan Sekitarnya, Senin 23 Oktober 23

Seorang profesor ilmu biologi dan antropologi dari University of Southern California yang memimpin penelitian, David Raichlen memberikan panduan tentang bagaimana individu dapat mengurangi risiko demensia dengan menghindari perilaku duduk berlebihan.

Menurutnya, cara terbaik mengurangi risiko demensia adalah dengan mengurangi duduk secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  individu yang tidak banyak bergerak selama 9,5 jam sehari tidak mengalami peningkatan risiko demensia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tunggal Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X