gaya-hidup

Inilah Waktu Terbaik Untuk Olahraga Ketika Puasa Ramadhan Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Senin, 27 Maret 2023 | 12:49 WIB
dr Zaidul Akbar menjelaskan waktu terbaik untuk melakukan olahraga ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Foto / ViewJabar/. Instagram/.

Kata dr Zaidul Akbar setengah jam sebelum buka puasa atau menjelang buka puasa adalah waktu terbaik untuk meningkatkan growth hormon.

Baca Juga: Ramadhan 2023, Ali Rasyid Minta Pemerintah Bisa Jamin Pasokan Sembako dengan Harga Stabil

Olahraga dengan melakukan peregangan atau exercise ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Kenapa menjelang buka puasa Ramadhan, karena ketika sudah merasa capek dan haus sudah dekat dengan waktu buka puasa Ramadhan.

Olahraga ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan bisa apa saja yang terpenting bisa keluar keringat. Hanya saja tidak boleh melakukan olahraga yang berat.

Baca Juga: Sandi: Dengan Tutupnya Sillicon Valley Bank, Startup Perlu Waspada

Ketika keluar keringat, maka kondisi tubuh akan menjadi panas dan ketika tubuh menjadi panas maka imunisasi tubuh akan meningkat.

"Itulah alasan kenapa olahraga bisa membantu menjaga daya tahan tubuh," Jelas dr Zaidul Akbar.

Suhu tubuh yang normal adalah sekitar 37,1°. Dan jika suhu tubuh dibawah itu, maka bisa disebut hipotermia. Jika suhu tubuh di bawah suhu normal, imunitas tubuh akan turun.

Baca Juga: Resep Mambuat Opor Ayam yang Nikmat

Kata dr Zaidul Akbar salah satu tujuan olahraga ketika ibadah puasa Ramadhan juga untuk meningkatkan heart rate atau detak jantung kita.

Maka untuk menguatkan denyut jantung, itu olahraga yang dilakukan bisa dengan olahraga jenis aerobik atau unaerobik.

Dan jika di pagi hari waktu terbaik untuk melakukan olahraga ringan yakni diwaktu setelah sahur atau pada waktu syurq.

Baca Juga: Cegah Penyakit Stroke dengan Mengkonsumsi Makanan Sehat Ini, Simak Apa Saja?

"Kita bisa lakukan jalan santai sambil berjemur sebentar setengah jam misal untuk mendapatkan manfaat dari cahaya matahari sekaligus," kata dr Zaidul Akbar.

Halaman:

Tags

Terkini