VIEWJABAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menyebut startup atau perusahaan rintisan di Indonesia perlu tetap waspada dalam menjalankan bisnisnya.
Tetunya di tengah kekhawatiran global terhadap industri startup akibat tutupnya Sillicon Valley Bank (SVB) di AS.
"Kita perlu tetap waspada. Jangan bilang, 'wah gak ada dampaknya'. Saya rasa kita lihat dulu, startup-startup kita kalau perlu boleh lakukan stress test," tutur Sandi.
Baca Juga: Stunting Menjadi Penghalang Masa Depan Anak-anak Bangsa
Pada pekan lalu tepatnya Jumat 10 Maret 2023, masyarakat global dikejutkan dengan kabar SVB yang dinyatakan bangkrut akibat krisis modal.
SVB merupakan bank yang beroperasi di AS dan secara khusus berfokus pada nasabah serta pendanaan startup.
Sandi mengatakan dari kasus SVB tersebut meski tidak akan secara langsung berpengaruh, kewaspadaan perusahaan rintisan di Indonesia dalam menyiapkan strategi bisnis khususnya terkait permodalan harus tetap dikembangkan.
Baca Juga: Biasakan Lakukan Hal ini Saat Pagi Hari Agar Dapat Memberikan Dampak Positif
Salah satunya lewat penerapan "stress test", dengan menyiapkan skema seandainya perusahaan startup tidak lagi mendapatkan permodalan dari investor.
"Jadi kita harus menyiapkan skenario a,b,c,d. Skenario terburuk sekalipun harus kita siapkan. Kita harus terbuka. Namun tentunya itu semua harus dilakukan dengan penuh kebijaksanaan," katanya.
Selain menyiapkan skema untuk internal perusahaan, Sandi mengatakan perusahaan rintisan juga bisa ikut terlibat untuk pengembangan kompetensi dan jejaring mitra-mitra eksternalnya sehingga bisa mencegah terjadinya kasus seperti SVB.
Baca Juga: Lakukan Pola Hidup Sehat Ini Agar Terhindar Dari Penyakit Gagal Jantung
Menurutnya, salah satu mitra yang dapat dimaksimalkan potensinya adalah para pelaku Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini jumlahnya telah mencapai 64,5 juta secara nasional.
Dengan peningkatan kapasitas UMKM khususnya yang masuk ke ekosistem digital, besar kemungkinan industri startup yang bermitra dengan UMKM bisa memiliki daya tahan lebih kuat dari sisi bisnis.
"Kalau ekosistem UMKM-UMKM kita diperkuat bersama-sama dengan para pelaku industri lainnya, ini (UMKM) kekuatannya bahkan bisa lebih kuat dibanding perusahaan-perusahaan besar," ujar Sandi.***
Artikel Terkait
Banyak Pengusaha UMKM di Garut Belum Kantongi Ijin Usaha
Sri Sultan Hamengku Buwono X: Merapi Hanya menutupi Lubang-Lubang Galian Pasir
Bukan Hany Enak, Ternyata Kacang Hijau Baik Untuk Perkembangan Anak
Kemenkes Sarankan Makan Buah Alpukat untuk Dapatkan 5 Manfaat Ini
Kadispora Buka Acara Rekerkab KONI Garut Tahun 2023
Kenali Gejala Penggumpalan Darah Ini, Untuk Mencegah Terjadinya Penyakit Serius