Stunting Menjadi Penghalang Masa Depan Anak-anak Bangsa

photo author
Eko Aripyanto, View Jabar
- Rabu, 15 Maret 2023 | 08:25 WIB
Cegah Stunting dengan memberikan makanan sehat. Foto/freepak/Jcom/
Cegah Stunting dengan memberikan makanan sehat. Foto/freepak/Jcom/

VIEWJABAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN menyebut stunting dapat menggerus masa depan anak-anak bangsa karena dampaknya sulit diperbaiki dan berbeda dari penyakit lain.

“Kalau penyakit yang disebabkan jamur misalnya, itu tidak menggerus kecerdasan. Stunting ini merusak masa depan anak-anak Indonesia, betul-betul menggerus kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Dimana fokus pemerintah di tahun 2024 angka stunting bisa turun ke angka 14 persen. 

Baca Juga: Lakukan Pola Hidup Sehat Ini Agar Terhindar Dari Penyakit Gagal Jantung

Dengan prevalensi angka stunting yang masih 21,6 persen, BKKBN menilai hal tersebut akan memengaruhi masa depan anak bangsa karena ada potensi angka tersebut bertambah akibat kelahiran bayi stunting baru.

Dalam pelaksanaannya pun, program percepatan penurunan stunting dijadikan sebagai program prioritas nasional.

Dampak stunting, anak memiliki tinggi badan yang tidak cukup, kemampuan intelektual di bawah rata-rata, dan bisa memiliki potensi besar memiliki penyakit gangguan metabolik saat usia tua.

Baca Juga: Kenali Gejala Penggumpalan Darah Ini, Untuk Mencegah Terjadinya Penyakit Serius

Hal inilah yang akan membuat SDM untuk generasi selanjutnya akan mengalami penurunan yang di akibatkan oleh stunting bila man tidak segera di atasi. 

“Butuh waktu antara 3 sampai 5 tahun maka stuntingnya baru bisa diturunkan,” kata dia, dimana ia menegaskan bawasanya stunting tidak bisa secara langsung di tangani, akan tetapi bertahap. 

Hasto mengingatkan bahwa stunting terjadi karena anak kekurangan gizi kronik sehingga saat ini hal yang harus dilakukan mengoreksi asupan gizi anak dengan memperbanyak protein hewani dan mengolah pangan lokal yang kaya nutrisi, seperti telur, lele, daun kelor, minyak merah atau beras fortivikasi.

Baca Juga: Kadispora Buka Acara Rekerkab KONI Garut Tahun 2023

Sanitasi yang buruk dan ketiadaan jamban hingga jumlah anak dalam satu keluarga yang terlalu banyak, jarak waktu melahirkan yang terlalu dekat, serta melahirkan pada usia terlalu muda ataupun terlalu tua, juga menjadi beberapa faktor penyebab anak stunting.

“Intervensi untuk menurunkan stunting pada faktor ini melalui penggunaan kontrasepsi. Kita bisa melakukan gerakan pasang alat kontrasepsi. Sebab, jarak waktu melahirkan ini berpengaruh terhadap prevalensi stunting,” ujarnya.

Oleh karena itu, BKKBN terus memperluas jejaring kerja sama, di mana kini pihaknya mulai menggandeng Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas atau YDKK, pada Senin 13 Maret 2023, sebagai pihak yang memiliki fokus dan minat yang sama.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Aripyanto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X