VIEWJABAR - Kafein adalah stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia, biasanya dalam bentuk kopi dan teh. Senyawa berbentuk bubuk kristal berwarna putih ini memiliki rasa yang pahit.
Namun, kafein memiliki manfaat dalam dunia kesehatan, yakni menstimulasi kerja jantung dan meningkatkan produksi urine atau bersifat diuretik.
Pengaruh Kafein Dalam Tidur
Sedangkan efek kafein yang berdampak pada tidur dapat bertahan lama setelah seteguk terakhir kopi. Begitu berada di dalam tubuh, kafein bertahan selama beberapa jam.
Baca Juga: Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono Menyebutkan Pembangunan Bendungan Upaya Untuk Ketahanan Pangan
Sedangkan tubuh membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk menghilangkan setengah dari efek kafein yang berada dalam tubuh.
Dalam sebuah studi tahun 2013 dalam Journal of Clinical Sleep Medicine membagi orang menjadi tiga kelompok yakni individu yang minum kafein enam jam, tiga jam atau tepat sebelum tidur.
Hasilnya, bahkan mereka yang berhenti minum kafein enam jam sebelum tidur mengalami pengurangan waktu tidur selama satu jam penuh.
Baca Juga: Bawaslu Garut Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024 Peran Masyarakat Diperlukan
Seperti disiarkan LiveScience belum lama ini, dapat mengganggu siklus tidur-bangun alami ini yang akhirnya mempengaruhi tidur seseorang.
Menurut review tahun 2022 dalam Journal of Sleep Research, kadar adenosin biasanya lebih tinggi di malam hari. Ini artinya orang merasa mengantuk menjelang waktu tidur.
Konsumsi kafein akan menghambat adenosin yang dapat membuat orang terlalu waspada untuk dapat tertidur. Kafein juga mengganggu hormon pemicu tidur.
Baca Juga: Hakim Vonis Humkuman 1,5 Tahun Untuk Barada E, Karena Keberanian Menjadi Justice Kolaborator
"Saat kita mengonsumsi kafein di siang hari, di malam hari hal itu menyebabkan penurunan metabolit utama melatonin, hormon pemicu tidur, yang merupakan salah satu alasan tidur terganggu," kata Dr Peter Polos yang mendapatkan sertifikasi dalam pengobatan tidur dan paru-paru.