Hal itu terjadi karena pemerintah China menyesuaikan kebijakan COVID-19 pada akhir 2022 dan melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab, Kata Ustadz, Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Amalan Ini di Bulan Rajab
Maka menurut laporan PBB tersebut pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2023 sekarang ini diperkirakan akan meningkat menjadi 4,8 persen.
Hal Ini menunjukkan bahwa pengetatan kondisi keuangan Global, ditambah dengan dolar yang kuat, memperburuk kerentanan fiskal dan utang di negara-negara berkembang.
Sebagian besar negara berkembang melihat pemulihan pekerjaan yang lebih lambat pada 2022 dan terus menghadapi kelonggaran pekerjaan yang cukup besar.
Baca Juga: Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab Kepada Siswa SMAN 1 Tasikmalaya, Buat Skenario Waktu
Laporan PBB juga memperingatkan bahwa pertumbuhan yang lebih lambat, ditambah dengan inflasi yang tinggi dan kerentanan utang yang meningkat memperdalam efek negatif krisis sekarang ini.
Pada tahun 2022 jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2019 yangmencapai hampir 350 juta.
Periode kelemahan ekonomi yang berkepanjangan dan pertumbuhan pendapatan yang lambat akan menghambat pengentasan kemiskinan.
Juga akan membatasi kemampuan negara untuk berinvestasi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 secara lebih luas lagi.
"Krisis saat ini paling parah menyerang yang paling rentan, seringkali bukan karena kesalahan mereka sendiri." kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Li Junhua, dilansir dari ANTARA Kamis 26 Januari 2023.
"Komunitas global perlu meningkatkan upaya bersama untuk mencegah penderitaan manusia dan mendukung masa depan yang inklusif dan berkelanjutan untuk semua," kata Li Junhua lagi.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab, Menurut Mbah Maimoen Zubair Bulan Mulia, Maka Lakukan Amalan Ini
Laporan PBB tersebut meminta pemerintah-pemerintah untuk menghindari penghematan fiskal, karena akan menghambat pertumbuhan.