Wilayah di Chile yang dilanda kebakaran merupakan kawasan perkebunan antara lain kebun anggur, apel, dan beri.
Kebun tersebut dibudidayakan untuk diekspor. Selain itu juga terdapat kawasan hutan yang luas. Namun di wilayah tersebut penduduknya tidak terlalu banyak.
Baca Juga: Pilkada Garut 2013 Pasangan Agus Hamdani & Abdusy Syakur Kalah 0,42 Persen
Pejabat di Chile menjelaskan kepada wartawan jika pemerintah Spanyol, Amerika Serikat, Argentina, Ekuador, Brazil dan Venezuela sudah menawarkan bantuan untuk pemadaman kebakaran termasuk dalam bentuk pesawat.
Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran di Chile tersebut separuhnya berasal dari kota Santa Juana di Biobio atau 500 kilomi selatan Santiago.
Sejak akhir pekan lalu, helikopter sudah menjatuhkan zat penghambat api di atas lokask kebakaran di tengah kepulan asap yang menghalangi jalan raya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jadi Ujung Tombak, Angkat Citera Buruk melalui Olahraga, Akhiri Puasa Gol
Pemadam kebakaran dan warga setempat juga terus berjuang untuk memadamkan kobaran api dengan pemandangan langit jingga yang berasap.
Penetapan status darurat memungkinkan pasukan dan sumber daya tambahan dikerahkan untuk menanggulangi bencana alam ini.
Akibat kebakaran tersebut setidaknya sekitar 40 ribu hektare lahan sudah terbakar hal itu sesuai dengan data yang dikeluarkan pemerintah setempat.
Baca Juga: Info Gempa Terkini Denpasar, BMKG Sebut Karangasem Diguncang Gempa Magnitudo 3,6 Hari Ini
Lembaga kehutanan nasional CONAF melaporkan pada Sabtu 4 Februari, sebanyak 80 dari 231 total titik api sedang berupaya dipadamkan, sedangkan 151 lainnya telah berhasil dikuasai.
Pejabat mengatakan 90 persen dari kebakaran hutan telah dipadamkan sebelum mereka dapat menyebar lebih dari lima hektare.
Bagi warga yang terjebak dalam kebakaran hutan yang tidak terkendali itu, langkah evakuasi dengan segera adalah satu-satunya pilihan.
Baca Juga: Kampung Ambarayah Kabupaten Tasikmalaya Sentra Kerupuk Kulit, Renyah dan Gurih