Pertama untuk negara dengan jumlah jemaah kurang dari 20.000, maka masa atau waktu penerbangan selama 20 hari, baik saat berangkat atau pun pulang.
Baca Juga: Inilah Rencana Perjalanan Haji 2023, yang Ditetapkan Kemenag, Berikut Rincian Lengkapnya
Kedua untuk negara yang mengirim jemaah Haji 20 ribu sampai 30 ribu orang, maka waktu atau masa penerbangan selama 25 hari.
Dan ketiga, negara dengan jumlah jemaah lebih dari 30 ribu, waktu atau durasi penerbangan selama 30 hari. Dan Indonesia termasuk bagian ini.
"Penutupan bandara pada 4 Zulhijjah, sehingga kami tarik 30 hari ke belakang untuk 30 hari masa keberangkatan jemaah Haji Indonesia. Diperkirakan, jemaah kloter pertama terbang 24 Mei 2023," kata Hilman Latief.
Baca Juga: Info Gempa Terkini, BMKG Sebut Papua Guncang Kota Jayapura Magnitudo 4,7 Hari Ini
Hilman Latief juga mengatakan setelah puncak Haji, bandara Arab Saudi baru dibuka pada 15 Zulhijjah.
"Sehingga kami jadwalkan penerbangan kepulangan jemaah 30 hari ke depan. Sehingga jemaah kloter terakhir pulang 2 Agustus 2023," kata Hilman Latief.
Fase antara 4 sampai 15 Zulhijjah inilah merupakan tahapan penyelenggaraan ibadah Haji, yakni lebih kurang selama 12 hari.
."Makanya dalam rancangan kami, masa tinggal jemaah sekitar 42 hari," kata Hilman Latief.
Baca Juga: Perumda AIr Minum Tirta Intan Garut Gelar Workshop dan Pelatihan K3
Untuk itu sampai saat ini pihak Kemenag terus menjalin komunikasi dengan pihak Arab Saudi untuk mengurangi masa tinggal jemaah Haji di Arab Saudi.
Sehingga waktu pelaksanaan ibadah Haji untuk jemaah Haji Indonesia menjadi 30 hari sesuai dengan edaran yang ditetapkan GACA tidak lagi 42 hari.
"Upaya mengurangi masa tinggal jemaah terus dilakukan. Kita terus jalin komunikasi dengan otoritas di Saudi," kata Hilman Latief.
Baca Juga: Kebakaran Hutan di Chile Meluas, 1.100 Warga Mengungsi, 23 Orang Meninggal Dunia