Didukung Kementan, IPB University Siap Dongkrak Produksi Padi Melalui Program Kampung Inovasi

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 24 November 2023 | 20:44 WIB
Menteri Pertanian RI Dr Andi Amran saat wawancara dengan Wartawan, mendukung Program Kampung Inovasi IPB University, terkait budi daya padi moderen, di Jakarta beberapa waktu lalu (IPB University)
Menteri Pertanian RI Dr Andi Amran saat wawancara dengan Wartawan, mendukung Program Kampung Inovasi IPB University, terkait budi daya padi moderen, di Jakarta beberapa waktu lalu (IPB University)



VIEWJABAR - Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Suryo Wiyono bersama Himpunan Alumni (HA) IPB University berkunjung ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya ke Kementan Prof Suryo bersama HA-IPB berkesempatan audiensi dengan Menteri Pertanian, Dr Andi Arman.

Pada kesempatan tersebut, Prof Suryo menyampaikan kepada Menteri Pertanian bahwa IPB memiliki program Kampung Inovasi. Dalam pemaparannya dia menyebut Program tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Progres Jembatan Otista Bogor Mencapai 90 Persen, 1 Desember Mulai Diaspal, Bima Arya: Brorondm Ditugaskan Kerjakan Finishing Sambungan Jembatan

“Kampung Inovasi adalah program penerapan teknologi modern dalam budi daya padi pada skala kawasan. Mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen, hingga pascapanen,” ungkap Prof Suryo.

Selain penerapan teknologi modern, dilakukan juga penguatan kelembagaan petani. Model ini telah diuji dengan pendampingan para pakar IPB University bersama mahasiswa sejak tahun 2020.

Dalam penerapannya, program Kampung Inovasi ikut melibatkan banyak pihak, yakni Dinas Pertanian Kabupaten Subang, HA IPB Kabupaten Subang, SMK Negeri 2 Kabupaten Subang dan CV Sari Bumi Nusantara.

Baca Juga: 29 Jembatan Rawayan Diresmikan Bupati Bogor, Iwan Setiawan Bersama Danrem 061/Suryakencana dan Kapolres Bogor

Sementara Menteri Pertanian RI, Dr Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyatakan akan mendukung penerapan model tersebut pada skala yang lebih luas.

Menurut Mentan, disepakati model tersebut akan diterapkan di kawasan seluas 500 hektare pada musim tanam Desember 2023 dengan target produksi 10 ton per hektare.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asof

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X