nasional

IPB University Launching Aplikasi Pemantauan Udara Bersih dan Hotspot berbasis Android

Jumat, 1 Desember 2023 | 06:00 WIB
Guru Besar IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo (Instagram @mdplnusantara)

VIEWJABAR - IPB University me-launching aplikasi pemantauan udara PM 2.5, CO2 dan kondisi titik panas (hotspot) berbasis Android.

Aplikasi ini dirancang oleh Regional Fire Management Resource Center-South East Asia (RFMRC-SEA) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Direktur Resource Center-South East Asia (RFMRC-SEA), Prof Bambang Hero Sahardjo mengatakan, kehadiran aplikasi ini sangat memudahkan masyarakat mengetahui kondisi polutan.

Baca Juga: Inilah 10 Besar UMK 2024 di Jawa barat, Kabupaten Karawang Diurutan Pertama, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok diurutan ke Dua dan ke Tiga

“Aplikasi ini diharapkan memudahkan masyarakat mengetahui kondisi polutan yang ada di sekitar wilayahnya, khususnya yang bersumber dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Prof Bambang.

“Bila kondisi pencemarannya makin parah seperti yang ditunjukkan oleh aplikasi tersebut, bukan tidak mungkin masyarakat harus mencari tempat yang lebih aman, khususnya bagi mereka yang sangat sensitif terhadap peningkatan beberapa polutan tersebut.” Prof Bambang meanmbahkan.

Pada kesempatan sama, IPB University juga memberikan apresiasi/penghargaan udara bersih untuk tingkat nasional wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat Ditetapkan, Kota Bekasi Tertinggi dan Kabupaten Pangandaran Terendah

Penghargaan tersebut merupakan bentuk implementasi kerja sama antara Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University bersama FIELD Indonesia.

“Apresiasi diberikan kepada sejumlah pihak yang dianggap telah berhasil melakukan pengendalian karhutla dan turut menciptakan udara bersih sehingga membuat lingkungan yang lebih baik,” jelas Prof Bambang.

Tahap awal penentuan kriteria dan proses seleksi penerima award ikut melibatkan Senior Behavioural Scientist, Influence at Work (UK) Limited.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di TOL Padaleunyi, 1 Meninggal di TKP dan 2 Lainnya Luka Luka Dilarikan ke RS Santosa Kopo Bandung

Dan penghargaan untuk tingkat kabupaten dan provinsi wilayah Sumatera dan Kalimantan telah diberikan pada Oktober lalu.

Penerima penghargaan tingkat nasional untuk wilayah Sumatera terdiri dari Andrean (Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat); Muhammad Nur, SPd (Guru SDN 7 Bandar Laksamana, Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau); dan Poniman (Regu 2 Manggala Agni Daops Sumatera IX/Jambi).

Untuk wilayah Kalimantan, penghargaannya diberikan kepada IR H Adi Yani, MH (Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat); Ya Suharnoto, ST, MT (Komandan Brigade Dalkarhutla-Pamhut UPT KPH Wilayah Kubu Raya); dan Maemun (Ketua Kelompok The Power of Mama, Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat).

Baca Juga: Agro Wisata Taman Tanah Sareal Bogor Dilengkapi Wisata Edukasi, Sport Center, Kuliner dan Wisata Belanja

Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Rektor IPB University bidang Konektivitas Global, Kerjasama dan Alumni, didampingi oleh Wakil Dekan Fahutan, Ketua Departemen Silvikultur, Kepala Pusat Pengendalian Operasi-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kapusdalops BNPB), Direktur FIELD Indonesia dan Direktur RFMRC-SEA.

Selain memberikan apresiasi kepada sejumlah pihak, Fahutan IPB University dan FIELD Indonesia juga turut melakukan pengendalian karhutla melalui beragam aksi.

Diantaranya memonitoring titik panas (hotspot) dan kejadian karhutla setiap hari di Sumatera dan Kalimantan. Hasil pemantauan lalu diinput ke laman RFMRC-SEA. Hasil pantauan kemudian juga disampaikan melalui paparan dan diskusi serta turun ke lapangan.

Baca Juga: FIFA U-17 World Cup dan Makhluk Termanis Di Garut Hadir di Indosiar serta RCT, INILAH Jadwal Acara TV Swasta Nasional Hari Ini, Jumat 1 Desember 2023

Kerja sama turut diimplementasikan dengan memfasilitasi kegiatan pelatihan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) yang dikoordinasikan langsung oleh FIELD Indonesia pada wilayah yang sering/pernah terjadi karhutla.*** 

Tags

Terkini