VIEWJABAR - Dosen IPB University Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr Siti Nikmatin dan tim dosen mengabdi memberikan Penyuluhan.
Penyuluhan yang dilakukan dosen IPB University Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yakni edukasi pemanfaatan batang pisang menjadi benang pilih.
Peserta yang hadir dalam penyuluhan tersebut diantarnya kelompok tani, pemuda dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Sidorejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Sakit Gigi Menjengkelkan, Nah Jangan Khawatir Cobalah Ramuan Ini, Tak Percaya Cobalah Sekarang Juga, Anda Pasti Sumringah
Kelompok tani, pemuda dan ibu - ibu rumah tangga di desa Siderejo diberikan ilmu cara pemanfaatan batang pisang dan pengolahannya menjadi benang pilin untuk dijadikan aneka produk industri kreatif consumable.
“Tujuan program ini untuk meningkatkan perekonomian keluarga mereka,” kata Dr Siti Nikmatin.
Melimpahnya limbah batang pisang lanjut Dr Siti, selama ini tidak dimanfaatkan oleh mereka dan tidak memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomis.
Baca Juga: IPB University Launching Aplikasi Pemantauan Udara Bersih dan Hotspot berbasis Android
Melalui program ini kata Dr Siti, limbah batang pisang dapat dimanfaatkan menjadi material benang pilin sebagai bahan baku untuk pembuatan kerajinan seperti kain, alas meja, tikar, keranjang dan produk consumable lainnya.
“Hal ini merupakan implementasi riset dan inovasi dari IPB University untuk pengembangan desa mandiri,” imbuhnya.
Permasalahan mendasar yang dialami kelompok tani ungkap Dr Siti, adalah sulitnya akselerasi dalam menjual produk handicraft dari batang pisang di pasar domestik.
Baca Juga: FIFA U-17 World Cup dan Makhluk Termanis Di Garut Hadir di Indosiar serta RCT, INILAH Jadwal Acara TV Swasta Nasional Hari Ini, Jumat 1 Desember 2023
“Oleh sebab itu, melalui program Dosen Mengabdi, dilakukan transfer ilmu dan teknologi dalam proses produksi, desain yang sesuai dengan market, penjualan online dan berkolaborasi atau bermitra dengan swasta atau instansi pemerintah,” lanjut dia.
Menurut Dr Siti Nikmatin, perubahan signifikan terlihat pada pengetahuan dan keterampilan kelompok tani selama pelatihan berlangsung di salah satu rumah kelompok tani.
Hal itu terukur melalui capaian produk industri kreatif yang dihasilkan beragam jenis, motif dan warna serta kerapihan dalam pengerjaan.
Baca Juga: Inilah 10 Besar UMK 2024 di Jawa barat, Kabupaten Karawang Diurutan Pertama, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok diurutan ke Dua dan ke Tiga
“Produk berbasis batang pisang dijual dengan harga yang terjangkau dan kompetitif dengan produk sejenis berbahan daun pandang, eceng gondok, bambu, rotan dan lainnya,” jelasnya.
Kegiatan Dosen Mengabdi IPB University juga dihadiri oleh dua mahasiswa IPB University yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari FMIPA dan Fakultas Teknologi Pertanian.
Keikutsertaan keduanya sebagai pengalaman dalam proses belajar di luar kampus, yaitu berinteraksi dengan warga desa, mengetahui kondisi pedesaan serta implementasi teori menjadi terapan.
Sementara perwakilan kelompok tani Siderjo yang telah mendapatkan ilmu dan teknik pengolahan batang pisang menjadi benang pilin menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas tim dosen IPB University yang telah membantu masyarakat dalam berkarya dan berinovasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen IPB University yang telah memberikan inovasi pembuatan benang pilin berikut kerajinannya, semoga dapat meningkatkan kesejahteraan kami," tandasnya.***