Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik dan menjaga kewaspadaan terhadap adanya ancam erupsi gunung Marapi.
Setidaknya ada lebih dari 173 ribu jiwa warga Kabupaten Agam yang tinggal di sekitar kawasan gunung Marapi di lima kecamatan dan 20 Nagari atau desa.
Sesuai dengan data PVMBG, karakter letusan gunung Marapi berupa letusan secara eksplosif maupun efusif dengan masa istirahat rata-rata empat tahun.
Aktivitas erupsi gunung Marapi selalu bergerak membentuk garis lurus dengan arah timur - barat daya antara kawah Tuo hingga kawah Bongsu dan tidak terjadi pada kawah yang sama.
Baca Juga: Gunung Marapi Erupsi 81 Kali, Ada 173 Ribu Warga yang Tinggal di Sekitar Gunung Marapi
Sejak awal tahun 1987 sampai sekarang letusan gunung Marapi bersifat eksplosif dan sumber letusannya hanya berpusat di Kawah Verbeek.
Letusan disertai suara gemuruh, abu, pasir, lapili dan kadang-kadang juga diikuti oleh lontaran material pijar dan bom vulkanik dari kawah gunung Marapi.
Peta geologi Gunung Marapi menjelaskan bahwa produk erupsi gunung Marapi di antaranya adalah aliran lava, aliran piroklastik (awan panas) sebagai hasil dari guguran lava, serta batuan jatuhan piroklastik yang lebih dominan. ***