Dan yang menyeramkan tidak ada akses jalan yang memadai untuk bisa sampai ke Bandung, jalan satu satunya menyusuri sungai Cimanuk dan sungai Citarum.
Ke Bandung sama sekali belum ada akses jalan yang bisa dilalui kuda apalagi kendaraan bermesin, jalan satu satunya adalah menggunakan perahu atau rakit.
Kisah Bandung baheula itu dilansir Viewjabar.com dari buku berjudul Wajah Bandoeng Tempo Doeloe karya Haryoto Kunto yang terbit pada tahun 1984.
Jadi Bandung baheula sama sekali jauh berbeda jika dibandingkan dengan Bandung saat ini bagai bumi dan langit. Dulu neraka sekarang surga.***