Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari meninggal dunia di puncak Semeru yang diduga menghirup racun yang keluar dari kawah gunung Semeru.
Menurut beberapa sumber, Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari kelelahan dan duduk di puncak Mahameru Gunung Semeru.
Baca Juga: Polri Gelar Operasi Lilin 2022 Selama 11 Hari, Ini Waktu dan Sasarannya
Ketika duduk tersebut, udara racun dari kawah gunung Semeru terhirup oleh Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari hingga keduanya meninggal dunia.
Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari meninggal dunia di puncak Semeru, sehingga butuh upaya yang lebih untuk bisa mengevakuasi kedua jenazah.
Jenazah Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari berhasil dievakuasi dan tiba di rumah masing-masing pada tanggal 24 Desember 1969.
Baca Juga: Siang Bolong, Rumah Di Pemukiman Padat Penduduk Di Kebonjati Kota Sukabumi Kebakaran
Butuh waktu selama 8 hari untuk bisa membawa jenazah Soe Hok Gie dan Idham Dhanvantari dari puncak Semeru ke rumah duka.
Sebelum dimakamkan, jenazah Soe Hok Gie terlebih dahulu disemayamkan di Fakultas Sastra UI Rawa Mangun.
Kemudian Soe Hok Gie dimakamkan di pemakaman Kebon Jahe Kober atau Kerkhof Laan di jalan Tanah Abang Jakarta Pusat.
Pemakanan tertua itu beralih fungsi menjadi Museum Taman Prasasti dan banyak dikunjungi para pecinta alam dan para pendaki.
Pemakaman dengan luas 5,9 hektare itu pun dibangun pada tahun 1795 dan menjadi pemakaman umum tertua di dunia mengalahkanFort Cannin Park di Singapura.
Soe Hok Gie menjadi penghuni pemakaian tertua di dunia tersebut dan kini banyak para pecinta alam yang ziarah ke pemakaman tersebut
Baca Juga: Gak Sempet Ngopi, Tapi Ngantuk, Coba Lakukan Cara Sederhana Ini, Kantuk Pasti Hilang