Wirdhanto memprediksi saat nataru nanti intensitas mobilitas masyarakat dipastikan meningkat.
Baca Juga: Inilah Jenis Makanan yang Baik Untuk Meningkatkan Kecerdasaan Otak Anak, Ibu Ibu Wajib Paham
Baik pendatang yang menuju Garut ataupun warga Garut sendiri. Untuk itu diharapkan pihaknya mampu mewujudkan zero kecelakaan atau zero accident.
"Termasuk objek wisata zero laka laut, khususnya di Pantai Selatan. Kami dan kompepar (kelompok penggerak pariwisata), balawista, para nelayan untuk bisa membantu kenyamanan berwisata di daerah pantai," tuturnya.
Pihaknya pun menyinggung terkait kewaspadaan terjadinya bencana alam hingga aksi teroris.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya, Nasabnya Sampai ke Rasulullah SAW
Untuk antisipasi aksi teroris, kata Wirdhanto, petugas yang ditempatkan di sarana ibadah kaum kristiani akan melakukan sterilisasi oleh Unit Penjinak Bom (Jibom).
"Kemudian anjing pelacak (K-9) hingga melibatkan anggota Densus 88," tuturnya.
Sekda Garut
Baca Juga: Cara Membuat Roti Sobek Tanpa Mixer dan Tanpa Diuleni dengan Oven Tangkring, Mudah
Di sisi lain, Sekda Garut, Nurdin Yana menyebutkan, pelaksanaan apel gelar pasukan Nataru adalah bentuk dari kewajiban pemerintah hadir di tengah masyarakat.
Yaitu sebagai leading sector dalam kegiatan bertajuk Operasi Lilin Lodaya Tahun 2022.
"Pertama adalah kondisi natal. Kita maklum setiap tahun memang ada natal, di situ pun rentan aksi, sehingga harus ada pengamanan kepada orang yang beribadah," kata Nurdin.
Khususnya agama Kristen dan Katolik yang akan melaksanakan natal, sehingga negara hadir dalam rangka memberikan kenyamanan pada mereka.